Newscast.id - Kasus perundungan (bullying) diduga terjadi di Insan Cendekia Madani, sekolah internasional di Serpong, Tangerang Selatan. Kasus ini pun ikut diduga ikut melibatkan anak Wakil Menteri Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Kasus perundungan ini mencuat usai siswa kelas 2 SMP Insan Cendekia Madani mengaku menjadi korban. Pelakunya adalah kakak kelasnya. Akibatnya, dia mengalami luka pada tubuhnya.
Pihak keluarga korban menceritakan peristiwa perundungan terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026 saat kegiatan pramuka di lapangan sekolah Insan Cendekia Madani. Saat itu sebanyak enam orang senior ICM memegang tangan, menutup mulut, dan mata korban, hingga dipukuli memakai buku.
"Korban kedua tangannya dipegang ke belakang, lalu mata hingga mulut ditutup dengan dasi pramuka (tersisa hidung yang terbuka) lalu ditindih hingga yang menyebabkan luka robek di telinganya lalu korban juga sempat dipukul oleh buku," kata ayah korban saat dikonfirmasi.
Baca juga
Viral kasus bullying di sekolah swasta di Kelapa Gading, ortu pajang karangan bunga
Ayah korban menjelaskan, ada luka terbuka di bagian kuping yang diduga karena tertindih pelaku dan terkena ring kacu pramuka. Menurutnya, perundungan itu terjadi usai mereka bercanda saling lempar karet lapangan sintetis.
"Awalnya memang saat kegiatan pramuka tersebut diawali dengan bercandaan lempar-lemparan karet antara kelas 8 dan kelas 9, lalu sempat saling menggelitik, namun berujung terjadi perundungan terhadap korban oleh 6 orang pelaku," katanya.
"Sekolah mengakui lalai karena tidak memasang CCTV di area lapangan tersebut dan pembina pramuka juga lalai," ucapnya.
Dia menyatakan, salah satu orang tua pelaku adalah anak wakil menteri. Hal tersebut sesuai dengan pengakuan korban ke psikolog.
"Orang tua salah satu pelaku yang tidak hadir itu merupakan salah satu wakil menteri. Yang mana anak beliau sangat menyebabkan trauma pada korban, berikut terlampir tulisan korban saat ke psikolog, yang disebut adalah anak dari wamen tersebut. Sayangnya hingga detik ini, beliau belum ada sama sekali menemui keluarga korban," ungkapnya.
Baca juga
Kisah Siswa Korban Bully di SMA Binus Simprug: Bapak Mereka Ketua Partai, DPR, MK
Menurutnya, mediasi sempat digelar di sekolah. Namun, orang tua dari terduga pelaku hanya diwakili pamannya. Hal ini membuat korban kecewa.
Puncak kekecewaan itu terjadi saat pihak sekolah hanya memberikan surat peringatan kepada pelaku. Tak hanya itu, terduga pelaku juga masih dilibatkan dalam kejuaraan olahraga yang mewakili sekolah.
"Lalu di tanggal 8 September 2026, saat kami datang ke sekolah menemui kepala sekolah untuk follow up kasus, dikatakan bahwa para pelaku hanya diberikan SP, tidak ada skorsing ataupun DO. Lalu salah satu pelaku yang ortunya tidak hadir itu juga masih dilibatkan dalam kejuaraan basket yang sama dengan korban," ungkapnya
Menurut ayah korban, saat ini putranya masih menjalani penyembuhan pada lukanya. Tak hanya itu, korban juga dibawa ke psikolog untuk memulihkan trauma.
Ayah korban mengaku, kini memutuskan mengeluarkan anaknya dari sekolah tersebut. Hal ini menyikapi sikap sekolah terhadap pelaku.
"Di tanggal 8 September 2026 itu juga kami memutuskan untuk mengeluarkan korban dari sekolah tersebut (tentunya atas permintaan korban juga)," ucap dia.
"Kami menyampaikan bahwa harapan kami utamanya adalah salah satu orang tua pelaku yang sebelumnya belum pernah meminta maaf secara langsung, agar dapat meminta maaf secara langsung. Namun hingga hari ini salah satu orang tua pelaku tersebut masih belum menghubungi orang tua korban," ungkapnya.
Respons sekolah Insan Cendekia Madani
Pihak sekolah Insan Cendekia Madani buka suara soal kasus perundungan terhadap siswa kelas 2 SMP. Mereka menyatakan menghargai proses hukum yang sedang berjalan.
"Terkait dengan berita yang beredar, saat ini proses hukum masih berjalan sehingga demi menjaga dan menghormati asas praduga tak bersalah mohon maaf kami tidak bisa memberikan konfirmasi lebih lanjut," demikian pernyataan ICM.
ICM menyatakan pihak sekolah menangani dan mencegah kasus kekerasan untuk tak terjadi di lingkungan sekolah.
"Lalu terkait dengan SOP penanganan pencegahan saat ini insyaallah sudah ada tim khusus yang menangani sebagai langkah preventif yang dilakukan pihak sekolah," katanya.
Kata Wamen Haji soal anaknya terlibat bullying di ICM
Kabar dugaan keterlibatan anak menteri ini awalnya mencuat di media sosial. Dalam narasi yang beredar disebutkan, salah satu pelaku perundungan adalah anak wakil menteri berinisial DAS.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak (DAS) pun merespons soal kabar tersebut. Politisi Partai Gerindra itu pun menyerahkan kepada pihak sekolah menjelaskan kasus perundungan tersebut.
"Tanya ke ICM, tanya ke sekolahnya. Kan sekarang hoax banyak sekali," kata Dahnil di Jakarta pada Senin, 28 September 2026.
Dahnil pun enggan menjelaskan lebih lanjut soal kasus perundungan di Insan Cendekia Madani.
"Hoax. Banyak sekali yang... tanya ke pihak sekolahnya," ujar dia.
Artikel lainnya: Ambulans, Bus TransJakarta, damkar terlibat kecelakaan beruntun di Cakung Jaktim
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News