Newscast.id - Gunung Anak Krakatau kembali meletus pada Jumat, 9 Oktober 2026. Gunung yang berada di perairan Selat Sunda itu tercatat dua kali meletus.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Suwarno, menjelaskan, letusan pertama terjadi pada pukul 16.17 WIB. Sedangkan letusan kedua terjadi pada pukul 16.30 WIB.
"Erupsi pertama itu kolom letusan teramati mencapai ketinggian sekitar 250 meter di atas puncak atau 407 meter di atas permukaan laut," kata Suwarno kepada wartawan.
Baca juga
Daratan misterius 30 ha muncul usai erupsi Anak Krakatau, calon Cucu Krakatau?
"Untuk kolom abu teramati berwarna kelabu, cokelat hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut," sambung Suwarno.
Sedangkan pada letusan kedua, Suwarno menjelaskan, kolom abu teramati setinggi sekitar 150 meter di atas puncak atau 307 meter di atas permukaan laut.
"Untuk yang kedua relatif lebih kecil. Abu vulkanik berwarna kelabu, cokelat hingga hitam dengan intensitas tebal teramati mengarah ke utara, timur laut, dan barat. Aktivitas erupsi kedua itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 56 milimeter dan durasi 36 detik," ungkapnya.
Terkait letusan ini, Suwarno mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak mendekati kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Aktivitas di sekitar gunung api tersebut juga dibatasi dalam radius 2 kilometer dari kawah.
"Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif," ujarnya.
Artikel lainnya: Putusan MK soal ijazah SMA Gibran, Jokowi: Mas Wapres sudah selesai S1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News