Heboh daratan baru di Selat Sunda disebut cikal Gunung Cucu Krakatau, ini kata pakar

  • Arry
  • 25 Sep 2026 10:49
Daratan misterius muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau usai erupsi(ist/ist)

Newscast.id - Munculnya daratan baru di dekat Gunung Anak Krakatau menyoroti perhatian. Muncul spekulasi, daratan itu sebagai cikal Gunung Cucu Krakatau.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, Daryono Perwira Sakti, memberikan penjelasan soal munculnya daratan di Selat Sunda itu. Menurutnya, daratan tersebut bukan gunung api independen, melainkan sebuah endapan dari material vulkanik hasil erupsi.

"Faktanya, daratan ini bukanlah gunung api independen, melainkan akumulasi material vulkanik seperti abu, batuan, dan lava hasil erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengendap di laut. Proses penumpukan ini berlangsung bertahap seiring meningkatnya aktivitas gunung tersebut, hingga akhirnya endapan menyembul ke permukaan air," kata Daryono, dalam akun X resminya, Jumat, 25 September 2026.

Daryono menjelaskan, terbentuknya daratan baru di antara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung tersebut dipengaruhi kombinasi faktor geologis dan oseanografis. Dasar laut di area kaldera purba sisa letusan 1883 tersebut tergolong dangkal, sehingga material erupsi lebih cepat menumpuk tinggi.

Baca juga
Daratan misterius 30 ha muncul usai erupsi Anak Krakatau, calon Cucu Krakatau?

Selain itu, lontaran piroklastik dan aliran lava selama erupsi memang dominan terlempar ke arah sektor tersebut. Selain itu, gelombang laut Selat Sunda juga berperan penting dalam perpindahan sedimentasi yang membawa material erosi ringan ke titik-titik perairan yang lebih tenang hingga mengendap secara permanen.

Mengenai apakah daratan baru itu akan membentuk sebuah gunung atau pulau, Daryono menyatakan, hal tersebut tergantung pada aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Apakah daratan ini bisa membesar atau justru lenyap kembali? Jawabannya sangat bergantung pada pertarungan antara aktivitas vulkanik dan erosi alam," ujarnya.

"Jika Gunung Anak Krakatau terus mengalami erupsi, pasokan material baru akan membuat daratan tersebut makin meluas. Ketahanannya akan makin kokoh apabila terlapisi lava cair yg membeku menjadi batuan keras," sambungnya.

Namun, apabila erupsi terhenti, hantaman gelombang dan abrasi laut dapat mengikis endapan pasir yang belum padat sehingga 'daratan baru itu' dapat tenggelam kembali. Longsoran bawah laut atau erupsi eksplosif besar juga bisa menghancurkan struktur muda endapan tersebut dalam waktu singkat.

Daryono menjelaskan, ada tiga syarat sebuah daratan dapat disebut sebagai gunung api baru. Pertama, daratan tersebut harus memiliki saluran magma mandiri yang terhubung langsung ke dapur magma melalui rekahan baru, terpisah dari kawah induknya.

Kedua, daratan itu wajib menghasilkan aktivitas erupsi magmatik sendiri dengan memuntahkan magma atau gas dari kawahnya, bukan sekadar menampung muntahan dari gunung tetangga. Ketiga, harus terdapat struktur geologis serta deformasi sendiri, yaitu adanya aktivitas gempa vulkanik lokal atau pembengkakan tanah yang terpusat tepat di bawah daratan baru tersebut.

"Menghadapi fenomena ini, masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu spekulatif yang beredar di media sosial. Kemunculan daratan baru ini adalah proses sedimentasi vulkanik yang lumrah di kawasan gunung api aktif," katanya.

Analisa Badan Geologi

Badan Geologi menjelaskan, lokasi 2 pulau baru itu ada di sebelah barat laut Gunung Anak Krakatau dan sebelah tenggara Gunung Anak Krakatau. Daratan luas tersebut diduga bagian dari hasil endapan erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Kemunculannya 'kedua pulau' tersebut diduga berkaitan dengan erupsi menerus selama sekitar 25 jam," kata Kepala PVMBG, Badan Geologi Kementerian ESDM, SS Rita Susilawati, dalam keterangannya.

Dia menjelaskan, daratan baru itu muncul setelah erupsi terjadi beberapa waktu lalu. Kini daratan itu memiliki luas 32,8 hektare atau nyaris seluas kompleks Candi Prambanan yang memiliki luas 39,8 hektare.

Artikel lainnya: Remontada! Indonesia raih emas bulutangkis putra Asian Games 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait