Diusut Polisi, Ini Fakta-fakta Khilafatul Muslimin

  • Arry
  • 8 Jun 2022 23:01
Khilafatul Muslimin(ist/ist)

Kelompok Khilafatul Muslimin kini tengah diusut polisi. Kelompok ini diindikasikan sebagai kelompok radikal.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT mengungkapkan, kelompok yang dipimpin Abdul Qadir Baraja itu telah menyebarkan ideologi khilafah. Ideologi itu dinilai bertentangan dengan Pancasila.

"Pola penyebaran ideologi khilafah yang dilakukan Khilafatul Muslimin itu disebarkan dengan berbagai cara, antara lain berkedok pengajian atau dakwah," kata Direktur Pencegahan BNPT Brigadir Jenderal R. Ahmad Nurwakhid dalam keterangan tertulisnya, Rabu 8 Juni 2022.

Menurutnya, ideologi khilafah itu disebar melalui kampanye terbuka, seperti konvoi, penyebaran buletin rutin setiap bulan, dan melalui internet. BNPT menyatakan, Khilafatul Muslimin menyasar masyarakat yang skeptis pada pemerintah, termasuk masyarakat yang rentan dengan pemahaman agama yang dangkal.

Bagaimana fakta-fakta Khilafatul Muslimin lainnya? Berikut fakta-faktanya:

1. Gegara Konvoi motor

Keberadaan Khilafatul Muslimin ini terpantau jelas saat mereka menggelar konvoi motor di kawasan Jakarta Timur pada 29 Mei 2022. Saat konvoi, anggota Khilafatul Muslimin memakai atribut seperti rompi yang bertuliskan Khilafah.

Selain itu, konvoi sepeda motor juga terjadi di wilayah Brebes, Jawa Tengah.


2. Punya visi misi dan ideologi yang sama dengan HTI

Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Ahmad Nurwakhid, menjelaskan, Khilafatul Muslimin mengampanyekan tegaknya sistem negara khilafah sebagai solusi bagi umat atau masyarakat.

Menurutnya, kampanye tersebut memiliki visi dan ideologi yang sama dengan Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI. Namun, bedanya HTI merupakan gerakan trans-nasional yang memperjuangkan sistem khilafah di berbagai negara.


3. Asal usul Khilafatul Muslimin

Ahmad Nurwakhid menjelaskan, Khilafatul Muslimin memiliki kaitan erat dengan Negara Islam Indonesia atau NII. Sebab, Abdul Wadir Hasan Baraja, pendiri Khilafatul Muslimin merupakan mantan anggota NII.

Ahmad Nuwakhid menjelaskan, Abdul Wadir Hasan Baraja memiliki rekam jejak dalam kasus terorisme. Baraja pernah ditahan selama tiga tahun mulai Januari 1979 karena terkait dengan Teror Warman.

Ahmad Nurwakhid pun menilai, Khilafatul Muslimin memiliki visi dan ideologi perubahan sistem yang sangat rentan bermetamorfosis dalam gerakan teror.

“Lihatlah kasus penangkapan NAS tersangka teroris di Bekasi yang ditemukan di kontrakannya, kardus berisi Khilafatul Muslimin dan logo bordir Khilafatul Muslimin,” ujarnya.


4. Pimpinan Khilafatul Muslimin ditangkap

Polda Metro Jaya telah menangkap pimpinan Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja. Polisi menyatakan, penangkapan ini tak hanya terkait dengan aksi konvoi anggota Khilafatul di Cawang, tetapi juga atas penyelidikan.

"Kemudian kelompok ini menawarkan khilafah sebagai solusi pengganti ideologi negara demi kemakmuran bumi dan kesejahteraan umat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan.

 

Artikel lainnya

 

Berita Terkait