Pengacara Sebut Bharada E Tetap Tembak Brigadir Yosua Meski Sudah Berlutut

  • Arry
  • 3 Agt 2022 16:22
Bharada E mendatang Komnas HAM(ist/ist)

Kasus polisi tembak polisi yang melibatkan Brigadir J alias Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dan Bharada E alias Bharada Richard Eliezer masih mengandung misteri.

Brigadir Yosua tewas dalam peristiwa baku tembak yang terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 itu.

Pengacara Bharada E, Andreas Nahot Silitonga, menguak kesaksian kliennya pada saat baku tembak terjadi. Menurut Andreas, Bharada Eliezer terpaksa melepaskan tembakan karena untuk membela diri.

Kata Andreas, Bharada E mengaku saat itu Brigadir Yosua melepaskan tembakan terlebih dahulu. Dalam kondisi seperti itu, Bharada Eliezer langsung membalas tembakan Brigadir J secara spontan.

Baca juga
Spesifikasi Glock 17 dan HS-9, Senjata yang Dipakai Saat Duel Brigadir J vs Bharada E

"Pada saat dalam suasana hidup dan mati gitu loh yang ada kita akan membela diri. Pada saat tembakan pertama, kedua, ketiga dia enggak tahu itu arahnya ke mana kena atau enggak, tidak bisa dia pastikan," kata Andreas dalam acara Catatan Demokrasi tvOne.

Andreas menjelaskan, Brigadir J akhirnya berhasil dilumpukan dan sudah dalam kondisi berlutut. Di saat itu, Bharada E kemudian kembali melepaskan tembakan ke arah Brigadir J. Alasannya, Brigadir Yosua masih melakukan gerakan yang mengancam.

"Yang disampaikan kepada saya pada saat dia sudah Katakanlah di kondisi terakhir itu masih berlutut dia, itu masih berlutut masih ada gerakan yang kira-kira dalam pertimbangan orang yang sedang ada di situ, itu bukan pertimbangan logis yang normal gitu yang bisa kita ini dia mau ngapain ya ini mau nembak apa mau jatuh," kata Andreas.

Baca juga
11 Hasil Autopsi Brigadir J Versi Pengacara: Retakan Tengkorak Hingga Otak di Perut

"Ga mungkin orang bisa memikirkan itu gitu. Begitu ada gerakan ya dia tembak lagi," ujar Andreas.

Andreas juga menjelaskan kenapa Bharada Eliezer tidak terkena tembakan dari Brigadir Yosua. Menurutnya, kliennya itu sempat bersembunyi untuk menghindari tembakan koleganya.

"Karena dia sempat mengumpat dan kemudian keluar lagi gitu Itu yang disampaikan kepada saya," ujarnya.

 

Artikel lainnya

 

Berita Terkait