11 Hasil Autopsi Brigadir J Versi Pengacara: Retakan Tengkorak Hingga Otak di Perut

  • Arry
  • 31 Jul 2022 09:29
Brigadir J alias Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat meninggal dunia dalam aksi polisi tembak polisi(ist/ist)

Kematian Brigadir J alias Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat terus menjadi perhatian publik. Pihak keluarga kini mengungkapkan hasil autopsi Brigadir Yosua yang mereka terima.

Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan sejumlah luka yang terdapat di jasad Brigadir Yosua. Hal tersebut dia ungkap dalam tayangan YouTube Refli Harun.

Berikut hasil autopsi Brigadir J versi pengacara:

1. Ditemukan perekat penempelan lem di bagian kepala. Menurut Kamarudin, ada lubang ditusuk di bagian kepala. Lubang itu tembus ke mata dan hidung. Diduga, ada tembakan dari belakang yang menembus ke bagian hidung.

"Dibuka kepala, yang pertama tidak ditemukan otaknya, yang ditemukan adalah semacam retak enam, kemudian diraba ternyata di bagian belakang ada benjolan bekas lem. Lem dibuka ada lubang, disonde ke arah hidung ada jahitan bekas lubang peluru yang ditembak dari belakang kepala tembus ke hidung," kata Kamaruddin.

Baca juga
2 Tembakan Terakhir Bharada E Pastikan Brigadir J Tewas

2. Ditemukannya retakan pada bagian tengkorak enam. Retakan ini diduga akibat adanya terkena tembakan.

3. Otak Brigadir J pindah ke bagian dada dekat perut. "Terdapat plastik ketika diangkat ada jaringan otak. Jadi otak ada di dada. Apakah ini standarnya forensik, saya enggak paham," kata Kamaruddin membacakan laporan yang ia terima.

Baca juga
Profil Irjen Ferdy Sambo, Kadiv Propam Polri yang Istrinya Diduga Dilecehkan

4. Ditemukan retakan dari leher mengarah ke bibir.

5. Terdapat luka terbuka di bagian bahu dengan daging hampir terkelupas.

6. Lengan bagian bawah patah, penyebabnya belum disimpulkan oleh dokter forensik.

7. Ditemukan patahan-patahan jari di sekitar kuku jari kelingking dan jari manis.

8. Ditemukan memar di punggung

9. Ditemukan memar di kaki sebelah kiri

10. Ditemukan lubang di pergelangan kaki kiri bawah

11. Ditemukan empat lubang di dada diduga bekas tembakan

Baca juga
Brigadir J dan Bharada E Baku Tembak, Ini Urutan Pangkat Polisi

Polisi kini sudah melakukan ekshumasi alias autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J. Autopsi ulang dilakukan di RSUD Sungai Bahar, Jambi, pada Rabu, 27 Juli 2022.

Ketua Tim Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J, Ade Firmansyah mengatakan, hasil autopsi baru dapat diketahui dalam 4-8 pekan ke depan.

"Kami tidak ingin tergesa-gesa dalam pemeriksaannya, jadi diperkirakan hasil autopsi akhir dapat diketahui antara 4 pekan dan 8 pekan dari sekarang," kata Ade.

Brigadir J tewas dalam peristiwa polisi tembak polisi yang terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2022. Namun kasus ini baru dibuka ke publik pada 11 Juli 2022.

Baca juga
Spesifikasi Glock 17 dan HS-9, Senjata yang Dipakai Saat Duel Brigadir J vs Bharada E

Berdasarkan keterangan Polri, baku tembak ini terjadi karena diawali peristiwa Brigadir Yosua memasuki kamar istri Irjen Sambo, Putri Candrawati. Istri Irjen Sambo teriak dan terdengar oleh Bharada E alias Bharada Ricard Eliezer Pudihan Lumiu.

Setelah itu terjadi baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J. Bharada E disebut menggunakan pistol jenis Glock-17, sementara Brigadir J menggunakan pistol jenis HS-9. Brigadir Yosua kemudian tewas akibat baku tembak itu.

Masih berdasarkan keterangan Polri, saat peristiwa terjadi, Irjen Sambo sedang berada di luar rumah dinasnya untuk menjalani pemeriksaan PCR.

Kini kasus polisi tembak polisi ini sudah masuk tahap penyidikan. Meski demikian, belum ada tersangka yang dijerat.

Demikian itu ringkasan hasil autopsi Brigadir J.

 

Artikel lainnya

 

Berita Terkait