Eks Atlet Atletik Peraih Emas SEA Games Meninggal Gegara Kecelakaan Saat Mudik

  • Arry
  • 24 Apr 2022 12:55
Mantan atlet dan peraih emas SEA Games, Suryati Marija, meninggal dunia usai mengalami kecelakaan saat mudik ke Salatiga(humas/koni)

Kabar duka datang dari dunia olahraga Indonesia. Mantan atlet pelari jarak jauh, Suryati Marija, meninggal dunia usai mengalami kecelakaan maut di jalan tol menuju Pekanbaru, Riau.

Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI menjelaskan, Suryati Marija diketahui tengah melakukan perjalanan mudik bersama suami dan anak-anaknya pada Sabtu 23 April 2022. Mereka hendak menuju Salatiga, Jawa Tengah.

Nahas, kendaraan yang ditumpangi Suryati mengalami kecelakaan di ruas tol Trans Sumatera. Suryati meninggal dunia di lokasi. Sementara sang suami, Irwan Pulungan, dan putrinya mengalami luka-luka.

Jenazah Suryati langsung dibawa ke RS Awal Bross Pekanbaru, Riau. Setelah itu, jenazah akan dibawa ke Medan, Sumatera Utara untuk disemayamkan pada Minggu, 24 April 2022.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, mengucapkan duka cita atas meninggalnya Suryati, mantan atlet sekaligus pelatih Pusat Pelatihan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumatera Utara tersebut.

"Selaku Ketua Umum KONI Pusat, dan mewakili masyarakat olahraga prestasi Indonesia, saya mengucapkan turut berduka cita. Selamat jalan patriot olahraga Indonesia. Prestasi mu akan selalu kami kenang, jasa mu akan terus memotivasi kami. Kesetiaan mu kepada olahraga prestasi, kami apresiasi. Semoga sosok mu terus menginspirasi lahirnya atlet-atlet hebat yang akan membanggakan Indonesia," kata Marciano.

Suryati adalah atlet pada era 1980-an. Dia kerap turun pada nomor lari jarak jauh 5.000m, 10.000m, dan maraton.

Semasa hidupnya, Suryati menyabet tiga medali dengan rincian satu emas (maraton), perak (3000m) dan perunggu (10.000m) pada SEA Games 1989 di Kuala Lumpur Malaysia.

Pada SEA Games 1991 di Manila, Suryati sukses menyabet medali perak pada nomor 10.000m. Pada tahun yang sama dia juga meraih perunggu nomor 1km pada Kejuaraan Asia. Lalu pada SEA Games 1993 di Singapura meraih satu emas (maraton) dan perunggu (3000m).

Setelah gantung sepatu, Suryati mengabdi di Dispenda Medan dan melanjutkan karier sebagai pelatih bersama sang suami. Mereka pun sukses melahirkan talenta-talenta atletik seperti Edy Haryanto Harahap, Nyai Prima Agita Siregar, dan lainnya.

 

Artikel lainnya

Berita Terkait