Macan Tutul dan Macan Kumbang Terekam Jalan Bareng di Gunung Gede Pangrango

  • Arry
  • 28 Mei 2024 12:29
Macan tutul di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango(kementerian lingkungan hidup dan kehutanan/menlhk.go.id)

Dua ekor macan terekam kamera tengah berjalan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango atau TNGGP, Jawa Barat. Dua hewan ini masuk dalam daftar hewan yang terancam punah.

Keberadaan dua hewan itu terekam dalam kamera trap yang dipasang di TNGGP pada Mei 2024. Video ini kemudian diunggah di akun Instagram BBTN Gunung Hede Pangrango (bbtn_gn_gedepangrango).

Dalam rekaman itu terlihat seekor macan tutul yang memiliki pola corak belang cokelat kehitaman melintas pertama. Kemudian diikuti seekor macan kumbang yang memiliki corak tubuh warna hitam pekat.

Kepala Balai TNGGP Sapto Aji Prabowo menyatakan pihaknya masih menelusuri informasi detail soal jenis hingga usia.

"Kita memang memasang banyak kamera trap di sejumlah area TNGGP. Alhamdulillah, salah satu kamera trap berhasil merekam aktivitas kedua macan tutul tersebut," jelas Sapto.

Keberadaan Macan tutul Jawa di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

"Belum dapat dipastikan apakah macan yang tertangkap kamera trap itu sepasang atau macan dewasa dengan remaja. Untuk lokasi tertangkap oleh kamera trap di mana tidak dapat kita sebutkan karena etika untuk menghindari perburuan liar," katanya.

Sapto menjelaskan, berdasarkan survei pada 2021, jumlah macan tutul yang hidup di TNGGP sebanyak 24 ekor. Dia berharap jumlah ini terus bertambah.

"Tapi tahun ini kita tengah melakukan survei jadi untuk data pastinya belum terupdate," ujarnya.

Baca juga
Punah Sejak 1980-an, Harimau Jawa Diduga Tinggalkan Jejak di Sukabumi

Sapto menegaskan, populasi macan tutul di TNGGP ini berlangsung alami. Tidak ada campur tangan manusia.

"Monitoring dan pemantauan melalui kamera trap ataupun patroli jalur lintasan terus dilakukan. Jalur lintasan pendakian dengan pelintasan macan sangat aman," pungkasnya.


Perbedaan macan tutul dan macan kumbang

Macan tutul dan macan kumbang merupakan masuk dalam spesias yang sama. Kedua hewan itu hanya berbeda warna tubuhnya saja.

Macan kumbang dikenal sebagai hewan yang memiliki warna tubuh hitam. Warna ini muncul akibat adanya gen untuk melanisme atau gen resesif pada macan tutul.

Baca juga
Mengenal 3 Jenis Harimau Khas Indonesia, Hanya 1 Jenis yang Tersisa

Sedangkan macan tutul dikenal hewan yang memiliki coak totol hitam. Untuk macan kumbang, juga memiliki totol-totol, namun karena bulunya gelap, totol tersebut sulit terlihat.

Jadi seekor macan tutul betina dapat saja melahirkan dua anak dengan corak yang berbeda, totol-totol dan hitam.

Macan tutul jantan memiliki panjang sekitar 215 cm, tinggi 60-65 cm, dan berat sekitar 52 kg. Sedangkan yang betina memiliki panjang tubuh 185 cm, tinggi 60-65 cm, dan berat 39 kg.

Saat ini macan tutul Jawa masuk dalam Red List atau daftar merah IUCN dengan kategori Critically Endangered atau terancam punah serta termasuk dalam Appendix I CITES. Hewan ini hanya dapat ditemukan di hutan tropis Pulau Jawa, Pulau Kangean, Pulau Nusakambangan dan Pulau Sempu.

Melansir laman Institut Pertanian Bogor, macan tutul kini menduduki puncak rantai makanan, menyusul punahnya harimau Jawa.

Artikel lainnya: Gaji Pekerja Bakal Dipotong Untuk Simpanan Wajib Tapera, Segini Besarannya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait