Soal Prabowo kurban 1.098 sapi pakai APBN Rp100 M, MUI: Sama dengan bansos

  • Arry
  • 29 Mei 2026 13:01
Sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto(ist/ist)

Newscast.id - Penyaluran hewan kurban Presiden Prabowo Subianto sebanyak 1.098 ekor sapi senilai Rp100 miliar dari APBN menuai kontroversi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) buka suara.

MUI menyatakan, tidak ada persoalan dalam hukum Islam soal pembelian hewan kurban oleh Presiden Prabowo Subianto. Mekanisme tersebut dinilai serupa dengan program bantun sosial dari pemerintah ke masyarakat.

"Sama seperti anggaran Banpres yang diwujudkan dalam bentuk sembako lalu didistribusikan ke masyarakat. Logikanya sama, hewan kurban ini tidak dikonsumsi pribadi oleh Presiden, melainkan langsung disalurkan ke daerah-daerah," kata Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh , dalam keterangan resmi.

Menurutnya, APBN merupakan Baitul Mal modern yang dikelola untuk kepentingan publik.

Baca juga
Prabowo sholat Iduladha di Paris, kurban 1.098 sapi di RI

"Dalam konteks bernegara saat ini, APBN bertindak sebagai Baitul Mal modern, sehingga kurban dari negara ini ditujukan murni untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat luas. Secara syar'i tidak ada soal," ucapnya.

Dia juga menyatakan, model pengadaan seperti itu memiliki landasan fikih yang kuat dalam sejarah Islam. Niam merujuk pada Hadis Riwayat Imam Bukhari, yang menyatakan seorang pemimpin atau imam disunahkan membeli hewan kurban melalui Baitul Mal atau kas negara.

Untuk diketahui, Presiden Prabowo menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban pada Iduladha 1447 H. Wamensesneg Juri Ardiantoro menjelaskan, anggaran pembelian seribuan hewan kurban itu berasal dari APBN lewat anggaran bantuan presiden untuk kemasyarakatan dengan nilai sekitar Rp100 miliar.

Pengadaan sapi kurban Prabowo itu berasal dari peternak lokal dan terdiri atas sapi premium dengan bobot di atas 800 kilogram hingga 1,3 ton.

Jenis sapi kurban yang disalurkan Prabowo antara lain berjenis Simmental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, FH, Belgian Blue, dan Charolais.

"Jadi, sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan presiden. Jadi, harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi. Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar," kata Juri dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 26 Mei.

Artikel lainnya: Kebakaran landa pemukiman padat di Tambora, 27 rumah hangus dan 250 jiwa terdampak

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan