Kecelakaan Beruntun 13 Kendaraan di Karawang Jabar, 2 Tewas dan 5 Luka-luka
- Arry
- 29 November 2025 17:46
Newscast.id - Kecelakaan beruntun yang melibatkan 13 kendaraan terjadi di salah satu traffic light jalan raya arteri Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 29 November 2025, pukul 07.45 WIB. Dua orang tewas dalam kecelakaan itu.
Kecelakaan beruntun itu membuat warga sekitar panik. Sejumlah korban tergeletak di lokasi tak sadarkan diri. Sementara belasan kendaraan rusak parah akibat kecelakaan itu.
"Kecelakaan beruntun itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami luka-luka," kata Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan dalam keterangannya.
Wildan menjelaskan, kecelakaan beruntun bermula dari sebuah truk wing box bernopol D-9326-YU yang melaju dari arah Cikampek menuju Karawang gagal berhenti saat mendekati traffic light di wilayah Cikampek.
Baca juga
Gary Iskak Tewas dalam Kecelakaan Motor, Ini Kronologinya
"Truk tersebut menabrak kendaraan Ayla yang sedang berhenti, lalu mendorongnya hingga menghantam kendaraan lain di depan. Dampaknya beruntun mengenai mobil dan sepeda motor yang sama-sama menunggu lampu hijau," katanya.
Akibatnya, terjadi tabrakan beruntun yang melibatkan mobil Xenia, Gran Max, angkot, light truck, serta sepeda motor dari berbagai jenis, mulai Vixion, Vario, Aerox, Beat, Karisma, hingga motor tanpa pelat nomor.
Polisi mencatat sedikitnya ada 13 kendaraan yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan itu. Dari pemeriksaan sementara, penyebab kecelakaan diduga berasal dari kelalaian pengemudi truk.
"Pengemudi diduga tidak memperhatikan kondisi arus lalu lintas saat berpindah lajur dan tidak mampu mengendalikan laju kendaraan," katanya.
Berdasarkan olah TKP, ditemukan adanya dugaan truk mengalami masalah pada sistem rem angin serta pelanggaran muatan. Berdasarkan data KIR, muatan yang boleh diangkut sebanyak 11,5 ton, namun saat itu truk membawa beban hingga lebih dari 25 ton.
Petugas memastikan, sebelum kecelakaan, jalan dalam keadaan baik, lurus, dan kering. Tidak ditemukan hambatan dari lingkungan sekitar yang berpotensi menyebabkan insiden tersebut.
"Proses penyelidikan terus berjalan untuk memastikan penyebab pasti dan menentukan langkah hukum berikutnya," katanya.
Saat ini, para korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Karya Husada Cikampek untuk mendapatkan penanganan medis.
Artikel lainnya: Pelaku Ledakan SMAN 72 Sudah Keluar dari RS, Kini Dititipkan di Rumah Aman