Bencana Banjir-Tanah Longsor Aceh, Sumut, Sumbar: 303 Tewas, 284 Hilang
- Arry
- 30 November 2025 10:40
Newscast.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah korban akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah. Sementara bantuan dan pembukaan akses wilayah terisolir terus dilakukan.
Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan, penanganan darurat saat ini difokuskan pada pencarian dan pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pembukaan akses wilayah terisolir, serta percepatan distribusi logistik, baik melalui darat maupun udara.
-
Korban di Sumut 166 Warga Meninggal dan 143 Hilang
BNPB menyatakan, pada hari ketiga setelah penetapan status tanggap darurat bencana, tercatat ada 166 korban meninggal dunia dan 143 orang masih dinyatakan hilang di Sumatera Utara. Dampak terbesar terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.
“Sumatra Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah menjadi 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Kemudian ada 103 jiwa yang masih hilang,” kata Suharyanto dalam keterangannya.
Menurutnya, jumlah pengungsi saat ini mencapai ribuan jiwa. Mereka berada di Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Mandailing Natal, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.
Selain itu, akses transportasi juga banyak mengalami kerusakan. Jalur nasional Sibolga–Padang Sidempuan serta Sibolga–Tarutung mengalami putus total dan tertutup longsor di banyak titik. Beberapa jembatan termasuk Jembatan Pandan dan jembatan pada ruas Sibolga–Manduamas, juga terputus.
Sejumlah jalur kabupaten turut terputus dan belum dapat diperbaiki karena medan yang berat. Di Mandailing Natal, sedikitnya tujuh wilayah terisolir akibat tertutupnya jalur lintas provinsi, sementara beberapa desa hanya bisa dijangkau menggunakan alat berat atau transportasi udara.
“Seperti Sibolga sampai hari ketiga penanganan darurat belum bisa kita tembus lewat udara, tapi sudah bisa kita capai melalui udara untuk pendistribusian logistik,” kata Suharyanto.
"Untuk transportasi Sibolga-Padang Sidempuan sudah kita lakukan pengerjaan pembukaan hingga sore hari ini dan seterusnya,” jelas Kepala BNPB.
-
Korban di Aceh 47 Jiwa Meninggal
Sementara itu di Aceh tercatat 47 korban meninggal dunia, 51 orang hilang, serta 8 orang luka-luka. Jumlah pengungsi mencapai 48.887 kepala keluarga yang tersebar di berbagai wilayah, dengan sebaran tertinggi di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.
“Untuk wilayah Aceh ada 47, kemudian 51 masih hilang dan 8 luka-luka. Ini akan berkembang terus datanya, karena ada operasi SAR gabungan yang kemungkinan akan terus menemukan korban,” kata Suharyanto.
Suharyanto menjelaskan, sejumlah jembatan dan jalan nasional terputus. Seperti di jalur Banda Aceh–Lhokseumawe serta jalur perbatasan Aceh–Sumatera Utara di Aceh Tamiang. Hingga kini, beberapa daerah seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah masih belum dapat diakses melalui jalur darat.
-
Di Sumatra Barat, Korban Meninggal Dunia 90 Jiwa
Di Sumatera Barat, jumlah korban tercatat 90 meninggal dunia, 85 orang hilang, dan 10 orang mengalami luka-luka. Kabupaten Agam mencatat jumlah korban tertinggi.
“Korban jiwanya ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang dan 10 luka-luka,” jelas Suharyanto.
BNPB telah menempatkan 24 personel untuk mendampingi percepatan penanganan di Sumatera Barat. Bantuan darurat dari Presiden RI berupa alat komunikasi, genset, tenda, LCR, dan ribuan dus makanan siap saji telah tiba di Bandara Minangkabau.
Pesawat Caravan serta helikopter Bell 505 juga telah digerakkan untuk mendukung distribusi ke wilayah yang belum dapat diakses melalui darat.
Artikel lainnya: Kecelakaan Beruntun 13 Kendaraan di Karawang Jabar, 2 Tewas dan 5 Luka-luka