3 Prajurit TNI gugur di Lebanon: Pangkat dinaikkan, keluarga dapat santunan Rp1,8 M
- Arry
- 2 April 2026 10:16
Newscast.id - Tiga prajurit TNI gugur saat bertugas dalam misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL. Mereka pun akan menerima kenaikan pangkat hingga santunan ke keluarga.
Ketiga tentara yang gugur di Lebanon adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.
Panglima TNI Jenderal Agus Subianto memastikan ketiga anak buahnya itu akan mendapatkan kenaikan pangkat hingga diberikan medali atas dedikasi di Lebanon. Tak hanya itu, keluarga mereka juga akan mendapatkan santunan.
"Selain santun tunai ketiga prajurit gugur juga mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang Anumerta (KPLB OMSPA), penghargaan Medal 'Dag Hammarskjold'," kata Agus dalam keterangan dari Puspen TNI.
Baca juga
Pasukan Perdamaian RI yang tewas akibat serangan Israel di Lebanon jadi 3 orang
Santunan yang merupakan hak ketiga prajurit itu terdiri dari nilai tunai tabungan asuransi, santunan risiko kematian khusus, beasiswa untuk 2 anak, santunan kematian dari PBB, dana watzah, TWP AD, personal accident, santunan gugur dari perbankan.
Berikut rincian santunan tunai yang akan diterima ketiga keluarga prajurit:
- Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar sebesar Rp 1.894.688.236
- Sertu Muhammad Nur Ikhwan sebesar Rp 1.846.309.049, dan
- Praka Farizal Rhomadhon sebesar Rp 1.854.075.205
Selain santunan tunai, keluarga ketiga prajurit TNI itu akan diberikan gaji terusan selama 12 bulan (terdiri dari gaji pokok, uang lauk pauk (ULP), dan tunjangan jabatan), serta pensiun janda setelah gaji terusan selesai dibayarkan.
3 Prajurit TNI tewas dalam dua hari
Untuk diketahui, anggota TNI yang tewas saat bertugas menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL bertambah menjadi tiga orang. Hal ini dikonfirmasi Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian (United Nations Peacekeeping), Jean-Pierre Lacroix.
"Turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada Pemerintah Indonesia dan keluarga dari tiga penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon yang tewas dalam dua hari terakhir saat menjalankan tugas #ServingForPeace di Lebanon Selatan," demikian pernyataan Jean-Pierre Lacroix, Selasa, 31 Maret 2026.
Baca juga
3 Prajurit TNI gugur di Lebanon, Israel salahkan UNIFIL
"UNIFIL saat ini sedang melakukan penyelidikan. Serangan terhadap penjaga perdamaian United Nations tidak dapat diterima dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," jelasnya.
Insiden tewasnya tiga anggota TNI yang menjadi bagian pasukan perdamaian itu terjadi di dua lokasi berbeda. Pertama berada di Adchit Al Qusayr pada Minggu, 29 Maret. Insiden ini merenggut nyawa Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon dan melukai dua prajurit lainnya.
Peristiwa kedua terjadi di dekat Bani Hayyan pada 30 Maret. Dua anggota TNI tewas dalam insiden ini.
UNIFIL mengungkapkan, kendaraan yang ditumpangi Pasukan Perdamaian PBB itu hancur akibat ledakan yang belum diketahui sumbernya. UNIFIL belum mengungkap detail dan identitas korban.
Presiden Prabowo sampaikan dukacita
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dukacita atas gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan misi sebagai Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon.
Prabowo menyatakan belasungkawa kepada keluarga para prajurit serta memberikan penghormatan atas pengabdian dan pengorbanan dalam menjalankan tugas negara.
"Innalillahi waina ilaihi rajiun, turut berdukacita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah," kata Prabowo melalui Instastory akun resmi Instagram @prabowo.
Prabowo menegaskan pengabdian para prajurit merupakan bentuk dedikasi dan keberanian dalam menjaga perdamaian dunia sekaligus membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.
Artikel lainnya: Gempa M7.6 Sulut, BMKG deteksi Tsunami terjang Bitung dan Halmahera Barat