Hajatan berdarah di Purwakarta, penyelenggara tewas dikeroyok preman

  • Arry
  • 5 April 2026 15:01
Ilustrasi korban tewas(ist/ist)

Newscast.id - Sebuah hajatan yang digelar di Desa Kertamukti, Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, berakhir mencekam. Pihak penyelenggara tewas dikeroyok sejumlah preman yang meminta duit keamanan.

Korban diketahui bernama Dadang. Dia dikeroyok sejumlah preman karena menolak memberikan uang saat dipalak para pelaku.

"Saya itu dimintai uang, istilahnya dipalak. Pertama dikasih Rp 100 ribu," kata adik korban, Wahyudin, Minggu, 5 April 2026.

Namun pelaku tak puas atas pemberian itu. Mereka kembali dan meminta Rp500 ribu. Korban sempat menolak permintaan itu. Hal ini memicu pelaku marah dan mengeroyok korban.

Baca juga
Polisi Ungkap Kronologi Dugaan Premanisme di Warung Makan Aktor Epy Kusnandar

Pengeroyokan ini membuat korban tak sadarkan. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nahas nyawanya tidak tertolong.

"Setelah tidak dikasih, terjadi keributan. Kakak saya dikeroyok tiga orang, saya juga sempat dikeroyok sekitar delapan orang," ungkap Wahyudin.

Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, menjelaskan kasus ini tengah diusut. Satreskrim Polres Purwakarta juga sudah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Diduga pelaku lebih dari dua orang. Saat ini masih dalam pengembangan. Kami berharap dalam waktu dekat para pelaku bisa diamankan," kata AKP Enjang.

Enjang menjelaskan, dari hasil olah TKP, polisi menemukan barang bukti berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban. Pelaku masih menyelidiki para pelaku pengeroyokan.

"Korban dipukul menggunakan belahan bambu di bagian kepala hingga tidak sadarkan diri. Untuk penyebab pasti kematian, masih menunggu hasil autopsi," tambahnya.

Artikel lainnya: Iran tembak jatuh 2 jet tempur F-15E dan A-10, serta 1 helikopter milik AS

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan