4 Fakta film dokumenter Pesta Babi: Kuak isu Papua hingga kerap dibubarkan TNI
- Arry
- 14 Mei 2026 12:59
Newscast.id - Film dokumenter berjudul Pesta Babi mencuri perhatian publik. Pemutaran film ini pun sering dibubarkan paksa oleh aparat keamanan.
Apa sih film Pesta Babi, apa yang menyebabkan film dokumenter itu dianggap kontroversial? Berikut 4 faktanya:
1. Disutradarai Dandhy Laksono
Film Pesta Babi disutradarai Dandhy Laksono, seorang pegiat sosial. Sebelum merilis Pesta Babi, Dandhy Laksono cukup dikenal lewat berbagai film dokumenter yang mengangkat isu sosial hingga politik di Indonesia.
Sejumlah film karya Dandhy Laksono adalah Dirty Vote (2024), Sexy Killers (2019), Plastic Island (2021), sampai Samin vs Semen (2015).
Baca juga
Geger Dirty Vote, Film Dokumenter Ungkap Dugaan Kecurangan Pemilu Jelang Pilpres 2024
2. Angkat kisah konflik tanah adat di Papua Selatan
Mengutip akun Instagram Ekspedisi Indonesia Baru, @idbaruid, film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita adalah sebuah film dokumenter investigatif yang membahas konflik lahan, masyarakat adat, hingga keterlibatan aparat dalam proyek strategis nasional (PSN).
Film Pesta Babi disutradarai Dandhy Laksono dan Cypri Dale. Film yang memiliki durasi total sekitar 95 menit atau 1 jam 35 menit ini mengambil latar di wilayah Papua Selatan, terutama di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.
Film Pesta Babi menyoroti kehidupan masyarakat adat seperti suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu yang kehilangan tanah dan ruang hidup akibat ekspansi proyek perkebunan tebu, sawit, hingga food estate.
Film ini menggambarkan bagaimana hutan-hutan adat dibuka untuk proyek bioetanol dan ketahanan pangan dalam skala besar. Sementara masyarakat lokal harus tersingkir dari tanah leluhur mereka sendiri.
Dalam film ini, Dandhy Laksono bersama Cypri Dale dan deretan tim dokumenter lainnya juga menyoroti adanya dugaan militerisasi dalam pengamanan proyek-proyek investasi di kawasan tersebut.
Baca juga
Heboh Film Dirty Vote: Ini Kata Timnas AMIN, TKN Prabowo, Hingga TPN Ganjar-Mahfud
3. Mengapa judulnya Pesta Babi
Dhandy dan Cypri mengambil judul Pesta Babi didasarkan dari tradisi budaya masyarakat Muyu bernama Awon Atatbon, sebuah ritual adat besar yang melibatkan babi sebagai simbol sosial dan budaya.
Tradisi ini bergantung pada keberlangsungan hutan dan alam Papua. Selain itu, babi memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Papua.
4. Nobar Pesta Babi dibubarkan
Sejumlah acara nobar Pesta Babi dibubarkan oleh aparat. Pembubaran tercatat terjadi di Universitas Mataram, Universitas Pendidikan Mandalika, hingga di Ternate dan Yogyakarta.
Maraknya pembubaran acara nobar dan diskusi film Pesta Babi ini justru membuat film dokumenter itu makin banyak dinanti dan main viral.
Artikel lainnya: Polemik lomba Cerdas Cermat MPR: Siswi SMAN 1 dapat beasiswa, Juri dinonaktifkan