Polemik lomba Cerdas Cermat MPR: Siswi SMAN 1 dapat beasiswa, Juri dinonaktifkan

  • Arry
  • 13 Mei 2026 16:52
Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di Kalimantan Barat(mpr ri/youtube)

Newscast.id - Acara final lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di Kalimantan Barat berbuntut panjang. Juri yang menyalahkan jawaban Grup C dan siswi SMAN 1 Pontianak kini mendapat ganjaran masing-masing.

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR ini digelar pada 9 Mei 2026. Lomba mempertemukan diikuti SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Dilihat dari video kanal YouTube MPRGOID, momen kontroversial bermula saat memasuki babak tanya jawab rebutan. Saat itu, pembawa acara melontarkan pertanyaan soal mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?"

Baca juga
Polemik juri Cerdas Cermat MPR di Kalbar salahkan jawaban benar

Regu C yang berasal dari SMAN 1 Pontianak merespons dengan menekan bel lebih dulu. Josepha Alexandra alias Ocha memberikan jawaban, "Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden."

Kepala Biro Pengkajian Konstitusi Setjen MPR RI, Dyastasita Widya Budi, selaku juri, menyatakan jawaban tersebut salah dan memberikan nilai minus lima kepada Regu C.

Regu B dari SMAN 1 Sambas kemudian memencet bel untuk memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. "Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata perwakilan Regu B.

Juri Dyastasita memberikan nilai 10 karena menganggap jawabannya benar. "Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10," kata Dyastasita.

Merasa ganjil, Regu C mempertanyakan keputusan tersebut. Mereka menilai, jawaban Grup B sama dengan yang diberikan Grup C.

"Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama," protes perwakilan Regu C.

"Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi. Jadi Dewan Juri tadi berpendapat nggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah," jawab Dyastasita.

Baca juga
Dyastasita, juri Cerdas Cermat MPR pernah diperiksa KPK soal kasus suap Rp17 miliar

Juri lainnya, Indri Wahyuni menimpali keputusan tersebut. Indri yang menjabat Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR itu menilai artikulasi jawaban Grup C kurang jelas.

"Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu penting ya. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai -5. Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan ya," tegas Indri Wahyuni.

Momen ini kemudian menuai perhatian di media sosial. Berikut dampak akibat dari penjurian aneh lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di Kalimantan Barat:

1. MPR-MC Acara Minta Maaf

Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman meminta maaf atas kesalahan penilaian pada Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat (Kalbar).

"Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini," kata Akbar, dalam keterangan tertulis.

"Saya melihat, Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini," tegasnya.

Sementara itu, pihak pembawa acara (MC) Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Shindy Lutfiana, turut meminta maaf. Dia menyesal atas ucapannya dalam acara tersebut yang jadi viral di media sosial.

"Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya," ucap Shindy.

Shindy menjelaskan soal pernyataannya yang menyebut, 'mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja'. Dia mengakui kalimat tersebut tidak sepatutnya disampaikan dalam kapasitasnya sebagai MC kegiatan resmi.

"Yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut," lanjutnya.

2. Juri-MC LCC Kalbar Dinonaktifkan

Akibat dari insiden itu, MPR langsung menonaktifkan juri dan MC Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

"MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dewan juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat," terang MPR dalam keterangan di akun Instagram resmi.

"Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan LCC ini," tulis MPR.

"MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel," imbuhnya.

3. Josepha Alexandra terima beasiswa

Insiden itu ternyata membawa kabar baik bagi Josepha Alexandra alias Oca. Siswi SMAN 1 Pontianak yang jawabannya dipersalahkan juri itu mendapatkan beasiswa dari alumni sekolahnya, Muhammad Rifqi Nizami Karsayuda, yang juga adalah anggota MPR.

Rifqi menelepon langsung Oca dan meminta maaf atas insiden yang terjadi dalam lomba Cerdas Cermat Empat Pilar itu. Rifqi kemudian mengundang oca datang ke Jakarta sebagai apresiasi atas keberaniannya menyuarakan pendapat terkait jalannya perlombaan.

"Saya sudah menelpon Josepha Alexandra, Siswi SMA Negeri 1 Pontianak, almamater saya, yang ikut Final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Saya sampaikan permohonan maaf kepada Josepha atas nama Anggota MPR RI," ujar Rifqi.

"Hari ini Josepha akan terbang ke Jakarta diundang oleh MPR RI. Sebagai bentuk apresiasi, saya juga menawarkan kepada Josepha beasiswa S1 ke Tiongkok dan mendapatkan ikatan kerja setelah selesai kuliah disana," katanya.

Artikel lainnya: Harta Prabowo kini mencapai Rp2 Triliun, ada kenaikan Rp4 M dalam 1 tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait