Viral anggota TNI terima fee puluhan juta proyek Kopdes di Kediri, Dandim buka suara
- Arry
- 19 Mei 2026 12:54
Newscast.id - Sebuah video yamemuat percakapan antara seorang perempuan berseragam ASN Kabupaten Kediri dan seorang pria berseragam TNI viral di media sosial. Mereka membahas soal pembagian komisi proyek Koperasi Desa Merah Putih di Kediri, Jawa Timur.
Dalam rekaman, peristiwa itu terjadi di sebuah mobil. Perempuan berseragam PNS tengah menyetir mobil itu, i sebelahnya duduk seorang pria berseragam TNI.
Dalam video itu terlihat perempuan itu menyerahkan sebuah amplop atau uang kepada pria berseragam TNI. Perempuan itu menyebut, uang itu sebagai komisi proyek pembangunan puluhan titik KDKMP di wilayah Kediri.
"Iki lho bagianmu, komisi kanggo kowe karo komandan Kodimmu mergo wes wenehi aku proyek Kopdes nang Kediri (Ini loh bagianmu, komisi untuk kamu dan Komandan Kodimmu soalnya sudah memberikan aku proyek Kopdes di Kediri)," ujar orang yang mengenakan baju ASN.
Baca juga
Pemerintah efisiensi anggaran dampak perang, dana MBG dan Kopdes aman
Kemudian pria berseragam TNI itu mempertanyakan fee yang diterima sebesar Rp70 juta terlalu sedikit. Sebab, dia sudah memberikan proyek 60 titik kopdes.
"Yo wes sak munu sek, engkok sisahe aman (ya sudah segitu dulu saja, nanti sisanya aman)," timpal perempuan tersebut.
Respons TNI
Komandan Kodim (Dandim) 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah membantah keras video tersebut. Dia menegaskan, apa yang ada di video itu adalah hoaks dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Pihaknya kini bersiap menempuh jalur hukum terkait penyebaran informasi palsu itu.
"Saya nyatakan video itu tidak benar. Tidak ada jual beli di KDKMP Kediri," tegas Dhavid dalam konferensi pers di Markas Kodim 0809/Kediri, Senin, 18 Mei 2026.
Dhavid menilai video tersebut telah membuat kegaduhan dan potensi kesalahpahaman yang meluas di tengah masyarakat. Ia pun merasa perlu meluruskan informasi.
Baca juga
Menteri Yandri jelaskan Alfamart-Indomaret dilarang buka di desa: Kopdes harus mulia
"Sehingga saya mengambil langkah-langkah atas video tersebut. Kami langsung mengumpulkan seluruh staf saya, para Danramil dan awak media untuk menjelaskan bahwa video itu tidak benar, bahwa video itu hoaks," ujar dia.
"Selama saya menjabat lima bulan sebagai Dandim Kediri, saya tidak pernah berhubungan dengan ibu ASN tersebut, apalagi menerima fee dari program ini," katanya.
Dhavid menjelaskan, Koperasi Desa Merah Putih bukanlah proyek komersial. Program ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden RI yang berpayung hukum pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.
"Saya selaku kepala kegiatan Satgas KDKMP di bawah Agrinas, Danramil sebagai koordinator unit, dan Babinsa sebagai kepala unit. Kami setiap hari turun langsung ke lokasi. Tidak ada intervensi dari ASN maupun pihak lain," jelas Dhavid.
"Saya sangat tidak terima apabila ada Babinsa saya dibuat seperti itu. Kalau memang itu benar, saya siap dimintai keterangan. Tapi apabila itu salah, akan saya cari orangnya, apa maksud dari video yang tersebar itu," ujarnya.
"Kami mohon kepada masyarakat dan rekan-rekan media agar bijak bermedia sosial. Kalau ada informasi seperti itu, silakan konfirmasi terlebih dahulu kepada kami," tuturnya.
"Kami siap 24 jam untuk memberikan penjelasan terkait program-program pemerintah. Jangan sampai masyarakat termakan informasi yang belum jelas kebenarannya," ujarnya.
"Semoga klarifikasi kami ini bisa diterima. Untuk siapa pun yang mengunggah atau menyebarkan ulang video tersebut, kami mohon lakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum membagikannya," tutup Dhavid.
Artikel lainnya: Tentara Israel tangkap 9 WNI, termasuk 2 wartawan Republika dalam pelayaran