Gelombang panas ekstrem hantam Eropa, 1.300 orang dilaporkan tewas
- Arry
- 30 Juni 2026 13:58
Newscast.id - Gelombang panas ekstrem melanda kawasan Eropa sejak 21 Juni 2026. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 1.300 orang meninggal dunia.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam unggahannya di platform X menyebutkan, lebih dari 1.300 kematian tambahan akibat cuaca panas ekstrem tercatat sejak 21 Juni.
Sekjen WHO mengatakan sekitar satu juta orang saat ini terpapar suhu ekstrem. Situasi tersebut juga telah menyebabkan ratusan kematian, penutupan sekolah, dan jaringan listrik sangat tertekan.
Sejumlah negara Eropa mencatat suhu rekor:
- Denmark (37°C untuk pertama kalinya sejak 1874)
- Republik Ceko (di atas 40°C untuk pertama kalinya, yakni 40,6°C)
- Jerman (suhu rekor tertinggi 41,5°C, dengan suhu malam hari mencapai 39,5°C)
Saat gelombang panas bergerak menuju Eropa timur laut, pemerintah Prancis, Swiss, Jerman, Austria, dan Hongaria mengumumkan status kewaspadaan tertinggi akibat cuaca panas.
WHO mencatat, suhu panas ekstrem dapat menyebabkan kematian akibat tenggelam, serangan panas, serangan jantung, serta komplikasi lainnya.
Artikel lainnya: Piala Dunia 2026: Maroko depak Belanda lewat adu penalti