Prabowo juluki jurnalis-pengamat sebagai londo ireng
- Arry
- 24 Juli 2026 18:25
Newscast.id - Presiden Prabowo Subianto melontarkan sindiran terhadap sejumlah pihak seperti jurnalis, pengamat, akademisi, hingga LSM yang terus menebar narasi pesimistis terhadap Indonesia. Prabowo melabeli mereka sebagai londo ireng.
Hal itu dilontarkan Prabowo saat pidato dalam acara Harlah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di JCC Senayan, Jakarta, Kamis, 25 Juli 2026.
"Kita negara demokrasi. Kita tidak anti kritik. Tapi kita bukan anak kecil. Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut londo ireng, ya. Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain. Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM," kata Prabowo.
Prabowo menilai, narasi Indonesia akan kolaps berulang kali dimunculkan oleh pihak-pihak tersebut sebagai upaya yang tidak nasionalis. Dia pun menyinggung transparansi dan integritas LSM yang kerap melayangkan kritik.
Baca juga
Prabowo cerita punya 2 angka keberuntungan: 8 dan 13, selalu muncul
"LSM harus kita tanya. Yang gaji lo siapa? Yang bayar listrik lo siapa? Yang bayar handphone lo siapa? Cari kerjaan susah, kita tahu kan," ujar Prabowo.
"Jadi saudara-saudara, kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia akan kolaps. Bulan April akan kolaps. Eh April lewat, enggak kolaps. Bulan Mei akan kolaps. Bulan Mei lewat, enggak. Bulan Juni akan kolaps. Bulan Juli akan kolaps. Tiap bulan akan kolaps," papar Prabowo.
Prabowo juga menyentil media massa yang dinilainya tidak objektif dalam memberitakan keberhasilan pemerintah. Dia mencontohkan saat pemerintah telah memperbaiki puluhan ribu sekolah yang rusak, media tersebut justru mencari sekolah yang belum tersentuh perbaikan untuk dijadikan sorotan utama.
Baca juga
Gibran tak duduk di samping Prabowo saat Sidang Kabinet, ada apa?
"Ada juga media-media yang, ya kan, walaupun kita sudah perbaiki 27 ribu sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia taruh di halaman pertama. Dia kira kita enggak ngerti," kata Presiden.
"Saudara-saudara, kalau kita cinta sama satu kesebelasan, umpamanya dia lagi bertanding di lapangan, kita kan sebagai suporter, 'Ayo, ayo, maju.' Tapi jangan turunkan moral dong orang lagi bertanding di situ. Nanti kamu kalah. Ini suporter macam apa? Gendeng," ungkapnya.
Prabowo mengklaim pemerintah tidak menutup diri terhadap kritik. Menurutnya kritik yang konstruktif adalah bagian dari proses demokrasi yang sehat. Namun, ia membedakan secara tegas antara kritik yang bersifat memperbaiki dengan caci maki atau fitnah yang bertujuan melemahkan kedaulatan bangsa.
"Kritik itu menyelamatkan. Tapi ada beda kritik dan caci maki. Kritik dengan fitnah itu beda. Itu benar enggak? Tapi enggak ada masalah. Tidak ada masalah. Kalau kita benar, kalau kita berada di jalan yang benar, kita terus akan kuat," ujar Prabowo.
Artikel lainnya: Polisi bakal tilang kendaraan ban gundul, ini penjelasan Korlantas Polri