KDM gelar sayembara tangkap begal Rp50 juta, syarat utama tak boleh babak belur

  • Arry
  • 25 Juli 2026 14:24
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi(pemprov jawa barat/jabarprov.go.id)

Newscast.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menggelar sayembara bagi warga yang berhasil menangkap begal, maling, jambret, hingga rampok di kawasan Jawa Barat. Imbalannya Rp5-50 juta. Namun ada syaratnya.

Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, mengungkapkan, sayembara ini digelar untuk mencegah terjadinya main hakim sendiri terhadap pelaku begal, maling, jambret, dan lainnya. Tindakan itu dapat membuat pelaku meninggal dunia.

"Sayembara ini untuk mencegah terjadinya upaya main hakim sendiri atau ramai-samai yang berujung kematian. Karena selama ini ketika maling tertangkap cenderung dihakimi bahkan sampai ada yang meninggal," kata KDM dalam video yang diunggah di akun media sosialnya, Sabtu, 25 Juli 2026.

Dedi menegaskan, hadiah sayembara ini akan diberikan kepada warga yang berhasil menangkap begal dan diserahkan tidak dalam kondisi babak belur. Pelaku harus diserahkan ke kepolisian dalam keadaan hidup agar bisa diproses sesuai hukum.

Baca juga
Menteri HAM Pigai: Begal tak boleh ditembak mati

"Ya, nanti yang diberi hadiah itu yang sudah memenuhi kualifikasi dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres. Kalau dalam keadaan babak belur, ya tidak boleh. Tidak boleh mereka diserahkan dalam keadaan babak belur. Lecet sedikit mungkin boleh, tapi kalau babak belur, kita tidak kasih hadiah," kata Dedi di Sport Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, pada Jumat, 24 Juli.

Dedi menegaskan, hadiah sayembara ini tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah. Seluruh hadiah berasal dari dana pribadi.

Dia berharap, pemberian hadiah ini dapat memotivasi masyarakat untuk ikut menjaga keamanan lingkungan, termasuk kembali mengaktifkan ronda malam di kawasan permukiman.

"Karena begini, tradisi bangsa kita itu tradisi hadiah. Di sekolah, kalau ada ranking pertama dan diumumkan, belajarnya jadi rajin. Kemudian daerah, kalau dilombakan, juga jadi rajin," ujarnya.

"Jadi ini dibuat untuk memicu orang, misalnya ronda. Sudah, ronda saja. Nanti kalau ada maling ayam, kan lumayan. Nah, yang seperti itu harus memacu warga kita. Warga kita kan belum seperti warga di negara maju lainnya. Kita harus terus dimotivasi," katanya.

"Dengan sayembara ini maka ketika maling ditangkap, orang tidak akan menghabisinya hingga meninggal karena dia merasa akan mendapat imbalan dari apa yang dia lakukan," ujarnya.

"Sehingga barang yang hilang dapat terganti dengan nominal yang saya umumkan. sehingga main hakim sendiri sampai meninggal tidak akan terjadi," ujarnya.

Artikel lainnya: Alasan Kejagung soal Febrie tak diborgol dan tak pakai rompi tahanan: Buru-buru

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan