Dokter muda dr Siti Zahra tewas usai loncat dari lantai 18 Apartemen di Jaksel

  • Arry
  • 27 Juli 2026 19:43
Dokter Siti Zahra Maghfira, alumnus FK Unhas 2019 ditemukan tewas diduga loncat dari lantai 18 apartemen(ist/ist)

Newscast.id - Seorang dokter muda bernama Siti Zahra Maghfira (SZM) ditemukan tewas usai diduga melompat dari lantai 18 sebuah apartemen di Jakarta Selatan. Polisi masih menyelidiki penyebab korban nekat loncat mengakhiri hidupnya.

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026 sekitar pukul 14.13 WIB.

“Betul, ada yang loncat sekitar jam 14.13 kalau nggak salah, kejadian kemarin ya,” kata Mansur kepada wartawan, Senin, 27 Juli 2026.

Mansur menjelaskan, korban adalah seorang dokter. Korban diketahui tinggal bersama kedua orang tuanya di unit apartemen yang berada di lantai 18.

“Dokter. Betul. Dokter,” ujar Mansur.

Baca juga
Advokat diduga keponakan pengacara kondang tewas usai loncat dari lantai 46 apartemen

Saat kejadian, korban diketahui sedang seorang diri di dalam unit apartemen. Sementara ibunya sedang pergi ke mal.

“Nggak, sendirian dia berdua ama ibunya. Tadinya diajak ibunya ke mal, dia nggak mau. Dia milih berdiam di unit,” ucap dia.

“Lagi sendiri ibunya lagi turun ke mal,” sambungnya.

“Ya, kalau penyebab saat ini sedang dalam lidik, namun kita dapat informasi menurut keterangan sekitar sana bahwa mereka suka ada rasa ketakutan,” kata Mansur.

Mansur menjelaskan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh petugas keamanan apartemen. Saat itu dia mendengar suara benda jatuh dari atas. Saat dicek, korban ditemukan sudah tergeletak.

“Jadi info dari sekuriti. Dari sekuriti itu denger ada semacam benda jatuh. Suaranya, ketahuan kan dari ketinggian (lantai) 18 mungkin ininya keras sekali kan. Ditengok lah ke samping ternyata betul ada salah seorang yang geletak,” tutur Mansur.

Mansur menjelaskan, korban merupakan perempuan kelahiran 2001. Korban juga adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Saat ini jenazahnya telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk penanganan lebih lanjut.

“Usia korban kelahiran 2001. Inisialnya SZM. Gelarnya banyak sebetulnya ini. Masih muda gelarnya banyak,” kata Mansur.

Artikel lainnya: Anak yang histeris ayahnya tewas dikeroyok diduga maling ayam dapat donasi Rp190 juta

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan