Kronologi kematian Sutrimo diduga karumga eks Jampidsus Febrie, misteri bantal hijau

  • Arry
  • 28 Juli 2026 13:19
Garis Polisi(ist/ist)

Newscast.id - Penyebab kematian Sutrimo masih misteri. Korban ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri dengan mulut berbusa. Namun korban meninggal saat dibawa ke rumah sakit.

Belum diketahui detil identitas asli Sutrimo. Namun, informasi yang beredar, Sutrimo disebut sebagai penjaga rumah atau kepala rumah tangga mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah.

Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri di halaman sebuah klinik kecantikan bernama Mordent Aesthetic Clinic yang beralamat di Jalan Kramat Pela No 208, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026.

Klinik tersebut lokasinya tak jauh dari rumah pribadi Febrie Adriansyah yang berada di Jalan Radio I, Kamat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berdasarkan aplikasi Google Maps jarak rumah Febrie dengan klinik hanya sekitar 400 meter saja.

Kondisi klinik diketahui sudah tak terawat. Halaman klinik dipenuhi tanaman yang tak terurus. Bahkan, plafon teras depan terlihat sudah jebol, sementara cat bangunan tampak kusam.

Baca juga
Pria disebut penjaga rumah Eks Jampidsus Febrie ditemukan tewas di depan klinik

Kronologi kasus kematian Sutrimo

  • Kamis, 23 Juli

Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri di halaman klinik kecantikan Mordent Aesthetic Clinic di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dia kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun setiba di rumah sakit dia meninggal dunia.

  • Minggu, 26 Juli, pukul 16.50 WIB

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengkonfirmasi kasus kematian Sutrimo.

“Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Sutrimo. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

“Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum,” ujar Budi.

  • Minggu, 26 Juli, pukul 21.16 WIB

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai menerima laporan terkait kematian Sutrimo.

“Kami olah TKP tadi. Begitu dapet informasi, habis cek TKP, terus kita mencoba mencari informasi di sekitaran TKP, saksi, dan CCTV,” kata Iskandarsyah.

“Kita masih ngumpulin saksi-saksi masih mencari CCTV,” ujarnya.

  • Senin, 27 Juli, pukul 13.20 WIB

Puslabfor Bareskrim Polri bersama penyidik Polres Metro Jakarta Selatan mendatangi klinik kecantikan Mordent Aesthetic Clinic, tempat Sutrimo ditemukan.

Para penyidik memeriksa sejumlah barang yang berada di dalam kantong plastik transparan. Di dalam plastik tersebut terlihat sebuah bantal berwarna hijau, botol berwarna putih dengan tutup biru yang masih tampak berisi cairan, serta sejumlah barang lain.

Belum diketahui apakah barang-barang tersebut terkait dengan kematian Sutrimo atau tidak. Kasubnit 1 Resmob Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Roby Pasha belum bersedia menjelaskan temuan barang tersebut.

"Ini masih dalam tahap penyelidikan, nanti ke Kabid Humas aja ya atau pimpinan kami yang menjelaskan," kata Roby saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, semua barang bukti ini akan dibawa ke laboratorium. "Ke Labfor," ucapnya.

Baca juga
Polisi pastikan tak ada racun di lokasi kematian penjaga rumah Eks Jampidsus Febrie

Polisi Persilakan Keluarga Melapor

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan masih mendalami kematian misterius Sutrimo. Namun polisi mempersilakan semua pihak untuk melaporkan jika menemukan adanya kejanggalan atas kematian Sutrimo.

"Kami juga memberi ruang kepada keluarga korban yang masih dalam kondisi berduka. Dan kita juga memberikan imbauan apabila memang keluarga korban merasa ada kejanggalan terhadap meninggalnya saudara S ini bisa membuat laporan kepada Polda Metro Jaya," kata Kombes Budi Hermanto.

"Ini lebih pro justitia-nya lebih tepat, lebih enak untuk kita melakukan pendalaman," sambungnya, jika keluarga membuat laporan.

"Nah, Polda Metro Jaya pasti akan mendalami informasi sekecil apa pun, apalagi terkait tentang hilangnya nyawa seseorang, apakah itu wajar atau tidak wajar, ini masih didalami," ucapnya.

"Pasti nanti kami akan sampaikan kepada teman-teman sekalian update terkini," sambungnya, menegaskan polisi akan profesional mengusut kasus itu.

Kata Pengacara Febrie Adriansyah

Kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Febri Diansyah, mengaku belum mendapatkan informasi soal kabar meninggalnya Sutrimo.

"Kami fokus di substansi perkara, saya juga tidak dapat informasi ya terkait dengan hal itu," kata Febri kepada wartawan.

"Yang saya baca di media-media kan sudah ditulis, dan Polda juga sudah mulai lakukan, saya enggak tahu itu penyelidikan atau seperti apa," ungkapnya.

"Jadi mungkin memang lebih baik agar isunya enggak campur aduk ya, lebih baik kita tunggu saja bersama-sama informasi resmi dari Polda karena kami ini kan advokat untuk perkara di Kejaksaan Agung. Jadi kami tidak mungkin bicara lebih jauh dari itu," tutup Febri.

Artikel lainnya: Dokter muda dr Siti Zahra tewas usai loncat dari lantai 18 Apartemen di Jaksel

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan