Dalam 3 hari 2.000 siswa keracunan menu MBG, Sidoarjo dan Rembang terbanyak

  • Arry
  • 4 September 2026 17:53
Menu MBG nasi goreng yang bikin puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk, Jawa Timur, keracunan(ist/ist)

Newscast.id - Kasus keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) terus terulang. Pada awal September 2026 ini, sudah ada 2.000 siswa dilarikan ke rumah sakit usai menyantap menu MBG.

Peristiwa keracunan menu MBG ini terjadi pada kurun 1-3 September 2026. Peristiwa itu terjadi di sejumlah daerah seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat, hingga Sulawesi Selatan.

Berikut deretan kasus keracunan menu MBG:

1. 730 santri Ponpes Manbaul Hikam keracunan MBG

Sebanyak 730 santri dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, serta siswa dari sejumlah lembaga pendidikan mengeluhkan pusing usai menyantap menu MBG pada 1 September 2026.

Baca juga
500 Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo dilarikan ke RS usai santap MBG

Menu MBG itu berasal dari dapur MBG Kalitengah. Menu yang disajikan berupa nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis dan baby corn, serta apel.

Pihak SPPG mendapat sanksi penghentian sementara. Kepala Dapur MBG Kalitengah kini dipecat.

2. Nganjuk dan Agam

Pada 2 September, puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk, Jawa Timur serta 344 siswa dan guru di Kabupaten Agam, Sumatera Barat harus dilarikan ke rumah sakit usai menyantap menu MBG.

SPPG yang memasuk makanan saat ini dihentikan sementara. Selain itu, sampel makanan masih dalam pemeriksaan di laboratorium.

Baca juga
Menu MBG Nasi Goreng bikin 49 siswa-guru SMAN 3 Nganjuk keracunan

3. Tana Toraja hingga Rembang

Pada 3 September, kasus keracunan MBG dilaporkan terjadi di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, serta di Lasem, Rembang, Jawa Tengah.

Di Tana Toraja, sebanyak 150 orang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG. Sejumlah korban harus dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan.

Sementara di Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sebanyak 777 orang, yang terdiri dari 752 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem, dilaporkan mengalami diare dan gangguan kesehatan usai menyantap menu MBG.

Menu MBG yang dibagikan di SMAN 1 Lasem berupa nasi, ayam bakar, tempe goreng, lalapan, dan potongan semangka.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyerahkan proses hukum dugaan tindak pidana dalam kasus gangguan kesehatan setelah konsumsi MBG kepada aparat penegak hukum.

“Pidana atau tidaknya itu tergantung hasil penyelidikan dari pihak aparat penegak hukum,” kata Sudaryono usai rapat dengan Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 September malam.

“Apakah ada yang tersangka atau tidak? Kita serahkan kepada hasil penyidikan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum di lapangan,” ujarnya.

“Tentu kami sangat terpukul sebetulnya, tapi kami tidak boleh menyerah. Insya Allah ini kami perbaiki semua tata kelolanya, aturannya, penataan keuangannya, dan lain sebagainya,” kata Sudaryono.

Artikel lainnya: Garuda Indonesia pecah ban saat take-off di Soetta, mendarat selamat di Makassar

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan