Jakarta level awas kekeringan, BPBD: Hemat air!
- Arry
- 13 September 2026 19:11
Newscast.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan seluruh wilayah Ibu Kota saat ini masuk dalam pemantauan kekeringan imbas kemarau panjang. Masyarakat pun diimbau hemat air.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat, menjelaskan, berdasarkan informasi dan peringatan dini kekeringan meteorologis BMKG Dasarian II September 2026, seluruh wilayah DKI masuk dalam pemantauan kekeringan.
“Seluruh wilayah DKI Jakarta saat ini masuk dalam pemantauan kekeringan, dengan wilayah yang berada pada level AWAS meliputi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan,” kata Marulitua dalam keterangannya, Minggu, 13 September 2026.
“Potensi hujan tetap ada, tetapi intensitas dan sebarannya masih terbatas,” ujarnya.
Baca juga
BMKG keluarkan peringatan dini: Pulau Jawa masuk zona merah kekeringan meteorologis
Marulita menjelaskan, untuk mengantisipasi kekeringan, Pemprov DKI dan BMKG terus berkoordinasi terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan pemantauan kondisi atmosfer.
Menurutnya, modifikasi cuaca ini tak hanya untuk menurunkan hujan. Tetapi juga untuk mengoptimalkan potensi hujan guna menambah atau mengisi kembali reservoir maupun waduk sebagai upaya menjaga cadangan air Jakarta.
“Pemprov DKI Jakarta bersama BMKG terus melakukan koordinasi dan pemantauan kondisi atmosfer,” katanya.
“OMC bukan semata-mata ditujukan untuk menurunkan hujan di wilayah Jakarta. Dalam kondisi kemarau seperti sekarang, salah satu tujuannya adalah mengoptimalkan potensi hujan untuk menambah atau mengisi kembali reservoir/waduk sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan cadangan air Jakarta,” lanjutnya.
“Efektivitasnya tetap sangat bergantung pada kondisi atmosfer, terutama ketersediaan awan yang potensial untuk disemai,” kata Marulitua.
BPBD pun mengimbau masyarakat hemat akan penggunaan air dan menggunakan air secara bijak. Warga juga diminta menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan penting.
“Masyarakat juga kami imbau untuk menghemat penggunaan air, menggunakan air secara bijak, dan menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan penting,” jelasnya.
“Pada kondisi kering seperti sekarang, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan menghindari pembakaran sampah maupun lahan,” tuturnya.
Artikel lainnya: MUI bicara soal buku Islam Ala Prabowo: Ketum cuma baca doa