OTT KPK di ATR/BPN: Orang dekat Menteri Yusron ditangkap, ratusan miliar disita

  • Arry
  • 15 September 2026 11:25
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)(kpk/kpk.go.id)

Newscast.id - KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Sebanyak 17 orang ditangkap, termasuk orang dekat Menteri Yusron Wahid.

OTT digelar KPK di wilayah Jabodetabek sejak Senin, 14 September 2026. Operasi senyap di digelar terkait korupsi dalam pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, serta dugaan penerimaan lainnya.

Selain menangkap sejumlah pejabat dan swasta, KPK juga menyita uang tunai dalam bentuk rupiah dan uang asing yang dikemas dalam 20 koper. Nilanya sementara mencapai ratusan miliar rupiah.

“Dalam kegiatan penyelidikan tertutup tersebut, telah terjadi peristiwa tertangkap tangan kepada para terduga pelaku tindak pidana korupsi di wilayah Jabodetabek. Di mana dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah 17 orang,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Senin, 14 September.

Para pejabat yang diamankan antara lain Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN, Lampri, dan Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor I Sontang dan Kepala Kantah Tangerang, Tardi.

“Di antaranya Dirjen di lingkungan Kementerian ATR/BPN, kemudian Kepala Kantah di Kabupaten Bogor, dan juga Kepala Kantah di Tangerang, serta beberapa pihak lainnya,” lanjut Budi.

“Adapun peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan proses pengurusan HGB, Hak Guna Bangunan, di wilayah Kabupaten Bogor dan juga terkait dengan adanya dugaan penerimaan-penerimaan lainnya,” kata Budi.

Summarecon diduga terlibat

Budi menjelaskan, pihak swasta yang terjerat dalam OTT korupsi pengurusan HGB di Kabupaten Bogor adalah Summarecon.

“Di wilayah Kabupaten Bogor, ini pihaknya yaitu Summarecon,” kata Budi.

Namun, KPK belum merinci dugaan penerimaan lainnya maupun keterkaitan seluruh pihak yang diamankan dengan perkara tersebut. Termasuk alasan Kepala Kantah Tangerang turut diamankan.

Sita 20 koper uang ratusan miliar

Dalam OTT itu, KPK menyita uang tunai. Uang itu terdiri dari rupiah dan mata uang asing. Uang dikemas dalam boks, kardus, hingga koper. Jumlah koper yang diamankan mencapai sekitar 20 buah.

“Dalam penyelidikan tertutup ini, tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai yaitu Rupiah dan valas yang dibungkus, dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang berjumlah sekitar 20-an koper,” sebut Budi.

“Saat ini masih proses hitung dan estimasi nominalnya mencapai ratusan miliar rupiah,” sambungnya.

Orang dekat Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid juga diamankan

Budi menjelaskan, dalam OTT itu, dari 17 orang yang diamankan, salah satunya adalah politikus Partai Golkar, Fahd A Rafiq alias Fahd el Fouz. Dia dikenal sebagai orang dekat Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.

“(Fahd) salah satunya pihak yang diamankan, yang bersangkutan,” kata Budi.

Fahd diketahui sudah dua kali menjadi terpidana korupsi. Ini menjadi kali ketiga putra pedangdut A Rafiq itu terjerat

Selain itu, KPK juga mengamankan mantan Bupati Kebumen, Arif Sugianto. “(Arif) Salah satunya itu, pihak yang diamankan,” jelas Budi.

Saat ini KPK masih memeriksa para pihak yang diamankan. KPK memiliki waktu 1x24 jam sejak OTT dilakukan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.

Artikel lainnya: Intip harta Purbaya sebelum dipecat sebagai Menteri Keuangan, naik Rp18 M setahun

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan