Anggota DPRD Mempawah pembakar lahan klarifikasi dan minta maaf

  • Arry
  • 22 September 2026 12:03
Anggota DPRD Mempawah Choirussaib diduga membakar sisa lahan(ist/ist)

Newscast.id - Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Choirussaib, akhirnya buka suara soal video pembakaran lahan yang viral di media sosial. Dia pun meminta maaf atas kegaduhan yang dibuat.

Choirussaib menjelaskan, lokasi lahan yang dibakar pada video itu adalah lahan miliknya. Dia mengklaim lahan itu sudah terbakar sejak 1 September 2026.

"Pertama, saya ucapkan mohon maaf atas terjadinya kegaduhan yang terjadi di sosial media kemarin," kata Choirussaib dalam keterangannya.

Choirussaib menjelaskan, di lahan tersebut masih terdapat sisa-sisa kayu yang belum terbakar. Menurutnya, kayu-kayu itu kemudian dibersihkan, ditebang, dikumpulkan, lalu kembali dibakar. Pembakaran tumpukan kayu tersebut dilakukan pada 17 September 2026.

Baca juga
Polisi cari anggota DPRD Mempawah yang sengaja bakar lahan untuk tanam sawit

"Intinya, saya hanya membakar tumpukan kayu yang saya kumpulkan dari bekas-bekas kebakaran yang sebelumnya sudah terbakar. Jadi, lahan saya itu sudah terbakar semuanya," ujarnya.

Choirussaib membantah pembakaran kayu itu merembet ke lahan lain. Dia mengklaim, lahan di sisi kanan dan kiri lokasi juga telah terbakar sebelumnya.

"Lahan orang, sebelah kanan, sebelah kiri itu sudah terbakar semua. Jadi, tidak ada (api pembakarannya) merembet ke mana-mana. Karena hanya setumpukan yang terbakar," katanya.

Choirussaib menegaskan, orang yang membakar tumpukan kayu dalam video bukanlah dirinya. Menurutnya, dia hanya membuat video, sedangkan yang membakar adalah temannya.

"Perlu kawan-kawan ketahui bahwa saya sebenarnya yang membakar itu teman saya. Teman saya, saya hanya iseng bikin video, itulah kesalahan saya," ujarnya.

"Mungkin sehingga video itu jadi viral. Sekali lagi saya mohon maaf," katanya.

Kasus pembakaran lahan ini tengah diusut Polres Mempawah. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan fakta terkait aktivitas pembakaran yang terlihat dalam video.

"Video yang beredar di media sosial menjadi informasi awal bagi kami. Selanjutnya akan kami cek dan dalami di lapangan. Semua harus berdasarkan fakta dan bukti," kata Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto.

Artikel lainnya: Duduk perkara kasus pembubaran ibadah Jemaat GKPI Tangerang, kini berakhir damai

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan