Sumedi Caleg PKS yang Putus Aliran Air Warga Cilegon Usai Kalah, Ini Kisah Sebenarnya

  • Arry
  • 15 Maret 2024 15:22
Caleg dari PKS untuk DPRD Cilegon Sumedi Madasik yang vial lantaran memutus aliran air usai kalah nyaleg(komisi pemilihan umum/kpu.go.id)

Nama Pak Sumedi Madasik tengah menjadi perbincangan hangat. Caleg dari PKS itu diketahui memutus aliran air ke pemukiman warga Cisuru, Kelurahan Suralaya, Kota Cilegon, Banten. Ternyata ini kisah sebenarnya.

Pak Sumedi memutus aliran air tersebut satu pekan usai pencoblosan Pemilu 2024. Dalam penghitungan suara, Pak Sumedi diketahui hanya 686 suara. Dia pun gagal untuk menjadi anggota DPRD Cilegon.

Warga Cisiru menilai, Pak Sumedi memutus aliran air lantaran kecewa dengan warga kampung yang tidak memilihnya saat Pileg 2024.

"Diputus aliran airnya sama Bapak Sumedi yang punya sumur bor di sana. (Aliran air diputus) Ya katanya masalah ya mungkin pemilihan ya, Pak. Jadi dianya nggak tahu ya, kurang suara atau gimana. Jadi mungkin kecewa sama warga kampung kami akhirnya diputus," kata seorang warga yang terdampak pemutusan air, Saibah.

Baca juga
Pileg 2024: PKS Juara di Jakarta, Disusul PDIP dan Gerindra, PSI Posisi 7

Pak Sumedi pun akhirnya buka suara soal kemelut yang terjadi. Dia menegaskan, pemutusan itu bukan karena dirinya kalah saat Pileg 2024. Namun ada kisah lain di balik pemutusan aliran air tersebut.

"Kurang lebih empat tahun saya bantu masyarakat tersebut dengan saya alirkan air bersih milik saya pribadi," ujarnya.

"Sejak 2019 pada bulan Maret, mulai dialirkan jaraknya juga jauh dari titik sumur bor 2 km ke masyarakat, kebetulan posisinya nanjak, sehingga menggunakan pompa satelit 5 PK dengan tegangan 35 Volt," tuturnya.

Sumedi menjelaskan, sejak 2019, warga diinta iuran Rp10 ribu per kubik. Iuran itu dibagi menjadi dua, Rp 5.000 untuk biaya listrik pompa dan Rp 5.000 lagi dimasukkan ke kas warga untuk perawatan pompa air.

"Saya minta untuk membantu bayar listrik nggak apa-apa deh per kubik Rp 5 ribu, tapi silakan kalau dipasang Rp 10 ribu, yang Rp 5 ribu buat income masyarakat sendiri, saya tetep minta Rp 5 ribu per kubik," katanya.

Baca juga
Real Jual Ginjal Untuk Dana Kampanye, Caleg PAN ini Baru Dapat 43 Suara

Pak Sumedi menjelaskan, dia sudah lima tahun mensubsidi warga untuk kebutuhan listrik pompa air tersebut. Menurutnya, setiap bulan, uang yang terkumpul dari warga hanya berkisar Rp 1,5-2 juta per bulan. Sedangkan biaya listri mencapai Rp4-4,5 juta.

"Sementara saya bayar listrik Rp 4-4,5 per bulan, itu pun masyarakat yang terkumpul dari masyarakat itu paling 1,5-2 juta yang saya terima karena yang Rp 5 ribu masuk dana kas masyarakat. Setiap bulan saya mensubsidi saya harus nombokin Rp 2-2,5 juta per bulan, selama sekian tahun," katanya.

Pak Sumedi menjelaskan, dia sempat menawarkan agar biaya pengambilan air bersih dari sumur bor miliknya dinaikkan untuk menutupi biaya yang ditanggungnya. Hal ini karena dirinya sudah tidak memiliki biaya usai nyaleg.

"Saya berharap naik, supaya bisa menutupi biaya listriknya, ternyata sampai detik ini belum ada solusi. Saat itu saya bilang air sementara saya tutup, bukan saya putus, hanya sementara, karena tujuannya supaya ada yang terbaik buat saya pribadi, dan ada solusi yang terbaik buat masyarakat," jelasnya.

Baca juga
Kabar Caleg Artis: Dede Sunandar Baru Dapat 6 Suara, Padahal Sudah Jual 2 Mobil

Pak Sumedi mengakui sempat terjadi kesepakatan dengan warga agar memilih dirinya. Hal ini sebagai bentuk kompensasi karena sudah membantu diberikan aliran air bersih selama bertahun-tahun.

"Dari jumlah 140 warga yang masuk DPT, saya cuma berharap itu cuma 100 suara, wajarlah sekitar 70 persen saja, tapi yang saya dapat cuma 45 persen. Itu akibat serangan fajar, pelakunya si RT sendiri yang pada malam hari dia sengaja bawa uang dari salah satu calon untuk dibagikan ke masyarakat, beli suara," ungkapnya.

"Kurang lebih 4 tahun saya bantu air bersihnya, bahkan alhamdulillah air yang saya alirkan ke sana PH-nya 7, itu luar biasa, bahkan masyarakat Cisuru sendiri bisa mengkonsumsi air bersih," tambahnya.

Sumedi menegaskan, akan kembali memuka aliran air bersih ke warga Kampung Cisuru jika ada solusi terbaik. "Bukan saya tutup, hanya sementara supaya ada solusi terbaik buat saya dan masyarakat," ujarnya.

Artikel lainnya: Kronologi Pengemudi Xpander Tabrak Porsche Hingga Ringsek: Ada Pengaruh Alkohol

 

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan