Kemenkes pastikan Super Flu alias Influenza Subclade K masuk Indonesia, ada 62 kasus

  • Arry
  • 1 Jan 2026 16:20
Ilustrasi Super Flu alias Influenza Subclade K(@dome/unsplash)

Newscast.id - Kementerian Kesehatan mengonfirmasi influenza subclade K alias Super Flu telah masuk ke Indonesia. Bahkan kini sudah ada 62 kasus yang terdapat di delapan provinsi.

“Hingga akhir Desember ini (2025) tercatat total ada 62 kasus (subclade K) di 8 provinsi. Terbanyak ada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Widyawati, dalam keterangannya, Kamis, 1 Januari 2026.

Secara rinci, temuan kasus influenza subclade K atau Super Flu yakni:

  • Jawa Timur 23 kasus
  • Kalimantan Selatan 18 kasus
  • Jawa Barat 10 kasus
  • Sumatera Selatan 5 kasus
  • Sumatera Utara 3 kasus
  • Jawa Tengah 1 kasus
  • Sulawesi Utara 1 kasus
  • DI Yogyakarta 1 kasus.

Baca juga
Simak Video Ini, Lihat Betapa Joroknya Flush Toilet Tanpa Menutup Kloset

Widyamwati menjelaskan, jumlah ini ditemukan usai dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS/sekuensing genom lengkap) pada 25 Desember 2025. Diketahui bahwa subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 dari 88 laporan sentinel Influenza-Like Illness dan Severe Acute Respiratory Infection (ILI-SARI) di seluruh Indonesia. Yaitu di Puskesmas, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), dan rumah sakit.

Pemeriksaan ini dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dan di Laboratorium Biologi Kesehatan (Lab Biokes).

Kemenkes merinci, pasien perempuan menjadi mayoritas yang mengidap Super Flu yakni sebanyak 64,5 persen atau 40 kasus. Sementara jika didasarkan kelompok usia, rinciannya sebagai berikut:

  • Usia 1-10 tahun (35,5 persen)
  • Usia 21-30 tahun (21,0 persen)
  • Usia 11-20 tahun (19,4 persen)
  • Di atas 60 tahun (8,1 persen).

Kemenkes menjelaskan, flu di Indonesia didominasi varian influenza A (H3). Meski begitu, tren kasus influenza di Indonesia menurun dalam dua bulan terakhir.

“Semua varian ini bersirkulasi global dalam sistem surveilans WHO. Pemerintah terus melakukan surveilans dan pelaporan serta menyiapkan kebijakan dan upaya sesuai dengan situasi terkini,” kata Widyawati.

Widyawati pun mengimbau masyarakat untuk memperkuat imunitas tubuh dengan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Cuci tangan, istirahat cukup, dan juga makan bergizi. Kemudian lakukan vaksinasi influenza tahunan terutama pada kelompok rentan yaitu lansia, ibu hamil, dan komorbid.”

“Tetap di rumah bila sakit, banyaklah istirahat, konsumsi obat antivirus untuk redakan gejala, terapkan etika batuk dan kenakan masker. Segeralah ke fasyankes (fasilitas layanan kesehatan) bila gejala memburuk lebih dari tiga hari, demam tinggi menetap, sesak napas, dan sebagainya,” saran Widyawati. 

Artikel lainnya: Harga Pertamax cs turun, ini daftar lengkap harga BBM Pertamina per 1 Januari 2026

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait