Pandji Pragiwaksono ungkap alasan tak singgung Anies di Mens Rea, jadi Anak Abah?

  • Arry
  • 12 Jan 2026 18:13
Anies Baswedan dan Pandji Pragiwaksono(pandji pragiwaksono/youtube)

Newscast.id - Komika Pandji Pragiwaksono tengah mendapat sorotan tajam. Kini dia disinggung kenapa tidak membawakan materi terkait Anies Baswedan dalam pertunjukan Mens Rea.

Dalam pertunjukan Mens Rea, Pandji hanya menyinggung lawan politik Anies di Pilpres 2024. Sehingga muncul anggapan Pandji adalah Anak Abah, sebutan bagi pendukung Anies.

Pandji mengklaim, dia sudah sering melontarkan kritik kepada Anies Baswedan melalui materi stand up. Bahkan setiap kebijakan Anies saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selalu menjadi santapan materi komedi.

“Faktanya adalah tidak ada satu pun YouTuber di Indonesia yang lebih banyak bikin video mengkritik Anies Baswedan daripada Pandji Pragiwaksono,” kata Pandji, dikutip dari kanal YouTube miliknya, Senin, 12 Januari 2026.

Baca juga
Mata 'ngantuk' Gibran disinggung Komika Pandji di Mens Rea, dr Tompi: Itu ptosis

“Bahkan gue pernah bikin video review satu masa jabatan Anies Baswedan,” ujar Pandji.

Menurut Pandji dia telah membahas sejumlah isu mulai dari tudingan korupsi, polemik Formula E, hingga program DP nol persen.

“Jadi kalau dibilang Pandji enggak pernah mengkritik Anies Baswedan, faktanya akan membantah,” tegasnya.

Namun, lanjut Pandji, dalam Mens Rea ini dia tak memasukkan nama Anies dalam materinya. Nama-nama mantan pejabat lainnya juga tidak masuk seperti Ganjar Pranowo, Mahfud MD, Basuki Tjahaja Purnama, Gita Wirjawan, dan Dahlan Iskan.

“Karena mereka tidak menjabat apa-apa,” kata Pandji.

Baca juga
Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke polisi terkait materi di Mens Rea

Sedangkan tokoh seperti Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, Ahmad Sahroni, Bahlil Lahadalia, Natalius Pigai, dan Fadli Zon saat ini masih aktif menjabat.

“Mereka adalah pejabat publik. Mereka bekerja dengan duit pajak yang dikumpulin dari rakyat,” tutur Pandji.

“Apa pun yang mereka lakukan dan mereka katakan, penting untuk kita bahas,” sambungnya.

Meski demikian, dia mengakui ada sejumlah nama mantan pejabat yang masuk dalam materi Mens Rea seperti Joko Widodo, Teddy Minahasa, dan Dharma Pongrekun. Menurutnya, ketiga tokoh itu dibahas dengan alasan tertentu.

“Mens Rea tidak didesain untuk menjatuhkan siapa-siapa, untuk mengubah yang di dunia politik pun enggak,” kata Pandji.

“Tapi untuk mengubah rakyat. Dari mana? Dari memberikan rakyat Indonesia sebanyak-banyaknya informasi tentang apa yang pernah terjadi di Indonesia,” imbuhnya.

Artikel lainnya: Pintu air Sunter Siaga 2: warga Pondok Kelapa hingga Kelapa Gading waspada banjir!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait