Hadapi drone Iran Rp338 juta, Trump habiskan Rp15 triliun

  • Arry
  • 12 Mar 2026 16:56
Serangan Israel ke Iran(ist/ist)

Newscast.id - Biaya perang Amerika Serikat untuk menyerang Iran mulai mendapat sorotan dari dalam negeri. Sebab, Pemerintahan Donald Trump disebut menghabiskan banyak uang hanya untuk menghadapi amunisi murah Iran.

Media lokal, MS NOW menyebut dua anggota Kongres mengungkapkan, AS menggelontorkan biaya sekitar 1 miliar dolar atau sekitar Rp16,8 triliun per hari untuk menyerang Iran. Sementara itu Politico melaporkan, kubu Republikan mendengar bahwa Pentagon menghabiskan hingga 2 miliar dolar atau sekitar Rp33 triliun per hari untuk perang tersebut.

"Tapi mereka tidak bisa memberikan sepeser pun untuk biaya berobat yang terjangkau bagi warga Amerika. Mereka juga tidak bisa memberi uang untuk mempermudah warga Amerika yang bekerja keras membeli rumah pertama mereka, dan tidak bisa memberi uang untuk menurunkan tagihan belanja warga Amerika," kata Pemimpin minoritas DPR di Kongres, Hakeem Jeffries, di Capitol Hill pekan lalu, seperti dikutip Al Jazeera.

Baca juga
Iran tembak jatuh 11 drone MQ-9 Reaper, AS tekor Rp5,57 triliun

Sementara itu Forbes mengungkapkan, sebagian besar biaya yang dikeluarkan untuk perang berasal dari biaya amunisi AS. Center for Strategic & International Studies (CSIS) memperkirakan amunisi AS mencapai 758 juta dolar atau sekitar Rp12,7 triliun per hari.

CSIS merinci, rudal Tomahawk yang dipakai AS berkisar 2 juta-3 juta dolar (Rp33 miliar-50 miliar). Biaya 100 drone kamikaze sementara itu sebesar 3,5 juta dolar (Rp59 miliar).

Sedangkan pencegat rudal anti-balistik THAAD diperkirakan nilainya mencapai 12,8 juta dolar (sekitar Rp215 miliar). Drone nirawak MQ-9 Reaper senilai 30 juta dolar (sekitar Rp505 miliar).

Biaya jumbo itu dinilai tidak sebanding dengan yang dikeluarkan Iran. Sebab, persenjataan Iran untuk menghadapi Amerika Serikat disebut nilainya hany ratusan dolar saja.

Iran disebut mengandalkan drone Shahed-136, yang diyakini seharga 20.000-50.000 dolar atau sekitar Rp338 juta hingga Rp843 juta.

Para pengamat militer menilai Iran menggunakan strategi perang atrisi (atrision war), yaitu menguras ekonomi lawannya. Salah satunya dengan berperang perang secara berlarut-larut tanpa harus terlibat dalam perang konvensional terbuka secara langsung.

Hal ini diperlihatkan Iran yang kerap meluncurkan serangan udara secara masif. Iran terlihat menggunakan taktik salvo attacks (serangan serentak masif) sebagai cara menjenuhkan sistem pertahanan udara lawan. 

Artikel lainnya: Awalnya ngotot sebut ijazah Jokowi palsu, Rismon Sianipar kini minta damai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait