Utang pemerintah nyaris tembus Rp10.000 T per Akhir Maret 2026, Rasio 40,75% PDB

  • Arry
  • 10 Mei 2026 11:48
Ilustrasi uang rupiah(ist/ist)

Newscast.id - Utang pemerintah kini nyaris menembus Rp10.000 triliun. Dengan jumlah tersebut rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sudah mencapai 40,75 persen.

Dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), disebutkan total utang pemerintah mencapai Rp9.920,42 triliun hingga akhir Maret 2026.

“Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik,” tulis DJPR dalam laman tersebut, dikutip Minggu, 10 Mei 2026.

Jumlah utang itu terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman. Rinciannya, utang yang berasal dari SBN mencapai Rp8.652,89 triliun. Sementara utang yang berasal dari pinjaman mencapai Rp1.267,52 triliun.

“Komposisi utang pemerintah mayoritas berupa instrumen SBN yang mencapai 87,22 persen,” lanjut keterangan laman itu.

Kemenkeu menyatakan, total utang pemerintah itu masih di bawah aturan yang berlaku mengenai batas rasio utang terhadap PDB. Berdasarkan UU No.1/2003 tentang Keuangan Negara, rasio utang pemerintah maksimal adalah 60 persen dari PDB.

Artikel lainnya: Geruduk markas judol di Hayam Wuruk Jakbar, polisi sita Rp1,9 M-53,8 juta Dong

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait