Survei SMRC: Tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo anjlok 30%, kini jadi 51,1%

  • Arry
  • 27 Jul 2026 13:28
Presiden Prabowo Subianto(sekretariat presiden/youtube)

Newscast.id - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terbaru mengenai kondisi ekonomi, politik, dan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Simak hasilnya.

Survei bertajuk Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden itu dilakukan pada 5-19 Juli 2026. Survey dilakukan terhadap 749 responden yang merupakan warga negara Indonesia dan memiliki hak pilih dalam pemilu.

Dari jumlah itu, sebanyak 83,8 persen diwawancarai melalui telepon, sedangkan 16,2 persen lainnya diwawancarai secara tatap muka untuk mewakili responden yang tidak menggunakan telepon seluler. Survei memiliki margin of error sebesar ±3,7 persen.

Hasilnya?

Dari hasil survei yang dilakukan menunjukkan, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo berada di angka 51,1 persen. Angka ini turun dibandingkan hasil survei pada November 2025 yang mencapai 81,2 persen.

Sementara itu, proporsi responden yang menyatakan kurang puas atau tidak puas terhadap kinerja presiden meningkat dari 16 persen pada November 2025 menjadi 46,9 persen pada Juli 2026.

Rinciannya, sebanyak 4,8 persen responden mengaku sangat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Sedangkan 46,3 persen menyatakan cukup puas.

Sementara sebanyak 35 persen responden mengaku kurang puas dan 11,9 persen menyatakan tidak puas sama sekali. Sedangkan sebanyak 2,1 persen responden tidak menjawab atau tidak mengetahui.

"Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum," kata Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani, saat mempresentasikan hasil survei melalui kanal YouTube SMRC TV dikutip Senin, 27 Juli 2026.

Menurut SMRC, evaluasi publik yang semakin negatif terhadap ketiga aspek tersebut terlihat sejalan dengan penurunan tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden dalam survei terbaru.

Pada aspek ekonomi, SMRC mencatat hanya 15,7 persen responden yang menilai kondisi ekonomi saat ini berada dalam kategori baik atau sangat baik. Rinciannya, sebanyak 1,4 persen responden menilai kondisi ekonomi sangat baik dan 14,3 persen menilai baik.

Sementara itu, 33,9 persen menyebut kondisi ekonomi sedang, 37,9 persen menilai buruk, dan 11,5 persen menilai sangat buruk. Sedangkan sebanyak 1 persen responden tidak memberikan jawaban.

Hasilnya, responden yang menilai kondisi ekonomi baik atau sangat baik mencapai 15,7 persen, sedangkan yang menilai buruk atau sangat buruk mencapai 49,4 persen.

Dalam kesempatan itu, SMRC mencatat perubahan persepsi publik terhadap kondisi ekonomi nasional dalam tiga survei terakhir.

Berikut hasilnya:

  • November 2025: 40 persen responden menilai kondisi ekonomi baik atau sangat baik, sedangkan 22,7 persen menilai buruk atau sangat buruk.
  • Februari-Maret 2026: 26,3 persen responden menilai ekonomi baik atau sangat baik, sementara penilaian buruk atau sangat buruk meningkat menjadi 31,7 persen.
  • Juli 2026: 15,7 persen responden menilai kondisi ekonomi baik atau sangat baik, sementara penilaian buruk atau sangat buruk meningkat hingga mencapai 49,4 persen.

SMRC menyebut perbedaan hasil survei dapat dianggap signifikan secara statistik apabila mencapai sedikitnya dua kali margin of error atau sekitar 7,4 poin persentase.

Artikel lainnya: Ngerinya bentrokan maut di Jalan Tambak Menteng, Jakpus: Dipicu nasi uduk, 1 tewas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait