Newscast.id, Paris - Ribuan orang menggelar demo di Paris, Prancis. Mereka protes tingginya biaya hidup. Demo berakhir ricuh hingga ada penjarahan di sejumlah toko brand mewah.
Dilansir AFP, Minggu, 18 Oktober 2026, para pendemo menjarah di beberapa kota di Prancis membobol berbagai toko, mulai dari gerai merek mewah kelas atas hingga toko roti. Penjarahan itu terjadi di sela-sela aksi protes terkait biaya hidup.
Dalam laporan AFP, massa melemparkan produk-produk kecantikan ke puluhan orang yang berkumpul di luar. Para penjarah juga melemparkan telepon seluler ke arah kerumunan setelah membobol sebuah toko telekomunikasi.
Kerusuhan tak hanya terjadi di Paris, penjarahan juga terjadi di Marseille, kota terbesar kedua di Prancis. Di sana, massa yang marah merusak puluhan toko. Mereka menyasar gerai merek mewah Hermes serta toko-toko lain yang menjual perhiasan, pakaian, kosmetik, peralatan rumah tangga, bahkan roti.
Baca juga
Kerusuhan Besar Pecah di Prancis, Begini Duduk Perkaranya
Sementara di kota Lille, massa merusak sejumlah toko. Bahkan massa sempat membobol sebuah Apple Store di pusat kota.
Serikat pekerja utama Prancis, CGT, menyatakan aksi yang digelar pada Sabtu, 17 Oktober ini diikuti sekitar 800.000 orang. Mereka memprotes kenaikan biaya hidup.
"Pemerintah harus menghentikan penindasan dan segera menanggapi tuntutan sosial," ungkap serikat tersebut dalam pernyataan yang dikirimkan kepada AFP sebelumnya, yang mencantumkan angka awal lebih dari 500.000 orang.
Untuk diketahui, daya beli masyarakat di Prancis terus merosot sejak 2024. Hal ini juga dipicu harga bahan bakar melonjak tajam menyusul pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Iran awal tahun ini.
Demo ini juga terjadi di tengah persiapan pemilu di Prancis untuk menggantikan Presiden Emmanuel Macron pada 2027.
Artikel lainnya: BMKG sebut asap karhutla yang sempat selimuti Jabodetabek, kini mulai menjauh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News