Catat, Ini Kebutuhan Mendesak Yang diperlukan Para Pengungsi Gunung Semeru

  • Arry
  • 11 Des 2021 05:43
Dampak letusan gunung Semeru(ist/ist)

Penanganan evakuasi dampak erupsi Gunung Semeru terus dilakukan. Jumlah pengungsi saat ini sudah mencapai 6.573 jiwa.

Dansatgas Penanggulangan Dampak APG Gunung Semeru, Kolonel Inf Irwan Subenti, menyatakan, saat ini bantuan berupa logistik sudah mencukupi kebutuhan pengungsi. Namun ada sejumlah hal yang menjadi kebutuhan mendesak bagi para pengungsi.

"Seperti air bersih, peralatan tidur, perlengkapan mandi hingga pakaian dalam dewasa," kata Irwan Subekti dalam keterangan tertulis yang disampaikan BNPB, Sabtu, 11 Desember 2021.

Irwan pun mendorong pemerintah untuk segera memenuhi kebutuhan para pengungsi. Dia pun membuka lebar kepada semua pihak yang ingin menyalurkan bantuan berupa piranti dan hal lain yang masih sangat dibutuhkan warga pengungsian.

"Kebutuhan yang mendesak saat ini adalah kebutuhan tandon air, kemudian air bersih termasuk alat kebersihan, peralatan tidur termasuk kasur. Kemudian perlengkapan mandi termasuk pakaian dalam untuk laki-laki dan perempuan ukuran besar," kata Irwan.

"Inilah yang sangat kita harapkan apabila ada saudara-saudara kita yang akan memberikan bantuan," ujarnya.

Baca Juga
VIDEO: Detik-detik Letusan Gunung Semeru

Irwan juga mengimbau kepada seluruh pihak yang hendak menyalurkan bantuan untuk membantu meringankan beban para pengungsi agar tidak membawa terlalu banyak rombongan maupun kendaraan. Sebab, hal itu dapat menghambat akses lalu lintas di lokasi posko dan pengungsian.

Sekjen Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said, menyatakan saat ini kebutuhan logistik sudah sangat cukup memenuhi kebutuhan para pengungsi. Sudirman pun menyoroti soal kebutuhan air bersih dan pakaian dalam yang sangat mendesak.

"Di lapangan ada 10 mobil tanki air PMI yang siap menyuplai pasokan air ke tempat pengungsian," jelas Sudirman Said.

Baca Juga
Kisah Rumini, Meninggal Berpelukan Bersama Ibunya Digulung Awan Panas Erupsi Semeru

Selain itu, Sudirman Said juga meminta agar para relawan yang ada di lapangan tidak terlalu banyak. Sebab, dapat menyulitkan koordinasi.


"Sebaiknya jumlah relawan dalam jumlah yang cukup. Tidak kekurangan namun juga tidak terlalu crowded karena koordinasinya akan sangat sulit," ujarnya.


Update jumlah korban

Hingga Jumat 10 Desember 2021 malam, jumlah korban meninggal mencapai 45 jiwa.

"Hari ini ada tambahan dua orang lagi dari Kamar Kajang, sehingga total korban meninggal adalah 45 jiwa," ujar Kolonel Inf Irwan Subekti.

Baca Juga
Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru Si Paku Bumi Pulau Jawa

Sementara itu, jumlah warga yang hilang dilaporkan ada 9 orang, 19 warga luka berat, dan 19 lainnya luka ringan.

"Untuk orang hilang sampai dengan saat ini tercatat adalah 9 orang, 19 luka berat kemudian 19 luka ringan yang diikuti dengan penyakit yang lainnya di luar luka bakar," jelas Kol Inf. Subekti.

Sedangkan jumlah orang yang mengungsi tercatat sebanyak 6.573 jiwa. Mereka tersebar di 124 titik pengungsian.

Menurut Irwan, sebanyak 124 titik pengungsian itu terbagi sebanyak 24 titik di lokasi pengungsian terpusat dan sisanya yakni 102 titik merupakan pengungsian mandiri maupun di lokasi kerabat para warga terdampak.

"Sampai dengan saat ini tercatat 126 titik pengungsian. Dengan rincian 24 titik pengungsian yang terpusat dan 102 titik pengungsian yang mandiri. Artinya adalah di tempat-tempat yang tidak kita siapkan, namun di tempat-tempat saudaranya maupun tetangganya," ujarnya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait