Bocah SD di Deli Serdang Meninggal Dunia Usai Divaksin Covid

  • Arry
  • 27 Jan 2022 11:31
Ilustrasi Vaksinasi Covid-19(KitzD66/pixabay)

Kejadian anak SD meninggal dunia kembali terjadi. Kali ini terjadi di Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

R, siswa kelas III SD, meninggal dunia setelah menerima vaksin dosis pertama pada 19 Januari 2022. Usai divaksin, R mengalami demam dan tidak selera makan.

R kemudian dibawa ke rumah sakit. Setelah mendapat perawatan, R meninggal dunia pada 26 Januari dan kini sudah dimakamkan di pemakaman di Tanjungmorawa.

Nenek korban, Sorta Pandiangan, menjelaskan kondisi cucunya usai divaksin. Menurutnya, dia terlihat lemas dan tidak mau makan.

Baca Juga
Siswa SD Usia 7 Tahun Asal Garut Meninggal 6 Hari Usai Divaksin, Ini Kata Dinkes

“Tanggal 19 (Januari 2022) pulang lah dia ke rumah, golek lah dia. Makanlah dulu, makanlah dulu. Malas, lalu tidur dia,” kata Sorta dilansir dari Waspada, Kamis, 27 Januari 2022.

“Apa yang sakit kau diam saja. Sakit kau? Minum minum. Kalu tidak kubikin teh manis,” tambahnya.

Ibu kandung R, Sarma Sartika Simbolon, dan kakaknya, menyatakan R tidak pernah menderita suatu penyakit. Menurut Sarma, anaknya itu mengalami demam dan perutnya seperti gembung namun mengeras.

“Sakitnya kejang kejang perutnya keras, terus kakinya jalan kek (seperti) kangkang gitu,” kata Sarma.

Baca Juga
Viral Vaksinator Beri Suntikan Tanpa Vaksin ke Siswa SD di Medan

R sempat dibawa ke RSU Mitra Medika. Namun, setelah 3 hari menjalani perawatan, R dirujuk ke RSUD Drs H Amri Tambunan. Dan pada 26 Januari, R dinyatakan meninggal dunia.


Tanggapan Dinas Kesehatan Deli Serdang

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Deli Serdang, dokter Ade Budi Krista, menjelaskan, R mendapat vaksinasi sinovac di sekolahnya pada 19 Januari. Saat itu kondisi kesehatan R baik sehingga bisa divaksin.

Menurut Ade, berdasarkan keterangan dari RSU Mitra Sejati, R didiagnosa dengan ileus. Dari hasil foto tidak ada indikasi ileus selanjutnya dirawat inap.

Baca Juga
2 Siswa Meninggal Dunia Usai Divaksin Covid, Ini Penjelasan Komnas KIPI

Ade menjelaskan, berdasar pemeriksaan dokter spesialis anak dinyatakan sebagai tetanus.

“Hari berikutnya ada keluhan di daerah mulut (sakit gigi) dan oleh dokter dianjurkan untuk dirujuk ke RSUP Adam Malik, namun orangtua meminta paps dan pulang ke rumahnya,” katanya.

Kemudian, pada 25 Januari, lanjut Ade, keluarga melapor ke sekolah dan sekolah melapor ke Puskesmas Dalu 10. R kemudian dirujuk ke RSUD Amri Tambunan. “Tanggal 26 Januari pukul 00.30 WIB, meninggal dunia,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait