Tsamara Amany Keluar dari PSI, Pindah Partai?

  • Arry
  • 18 Apr 2022 19:59
Tsamara Amany mundur dari PSI(@tsamaradki/twitter)

Tsamara Amany memutuskan keluar dari Partai Solidaritas Indonesia atau PSI setelah lima tahun menjadi Ketua DPP. Tsamara pun menyinggung soal pindah partai politik.

Dalam keterangannya, Tsamara mengakui keputusan keluar dari PSI adalah keputusan pribadi. Menurutnya, dia ingin mengabdi untuk Indonesia melalui cara lainnya.

"Keputusan ini saya ambil atas dasar pertimbangan pribadi. Saya merasa saya membutuhkan perjalanan baru di luar partai politik," kata Tsamara dalam keterangan tertulisnya, Senin, 18 April 2022.

"Untuk saat ini, saya ingin fokus mengabdi untuk Indonesia melalui cara-cara lainnya, salah satunya dengan fokus menyuarakan isu perempuan dan mengabdi untuk kepentingan perempuan,” ujarnya.

“Oleh sebab itu, kemunduran saya ini tidak berkaitan dengan keinginan untuk pindah partai politik,” tutupnya.


Berikut surat pengunduran diri Tsamara dari PSI:

Saya menuliskan surat ini berkaitan dengan posisi saya sebagai pengurus dan kader Partai Solidaritas Indonesia atau PSI. Setelah 5 tahun mengabdi di PSI sebagai Ketua DPP, per hari ini, saya mengajukan pengunduran diri saya sebagai pengurus dan kader PSI.

Keputusan ini saya ambil atas dasar pertimbangan pribadi. Saya merasa saya membutuhkan perjalanan baru di luar partai politik. Untuk saat ini, saya ingin fokus mengabdi untuk Indonesia melalui cara-cara lainnya, salah satunya dengan fokus menyuarakan isu perempuan dan mengabdi untuk kepentingan perempuan. Ini bukan berarti saya merendahkan peran atau efektivitas partai dan PSI dalam membawa perubahan. Saya tetap percaya, sebagaimana saat dulu saya bergabung PSI, politik dan partai adalah salah satu jalan paling masuk akal membawa perubahan dalam skala besar. Hanya saja, saya membutuhkan eksplorasi baru di luar ranah partai politik, setidaknya untuk saat ini. Oleh sebab itu, kemunduran saya ini tidak berkaitan dengan keinginan untuk pindah partai politik.

Saya memohon maaf tidak bisa menyampaikan surat pengunduran diri ini secara langsung karena posisi saya yang saat ini masih berada di New York, Amerika Serikat. Pengunduran diri ini juga tidak berkaitan dengan konflik tertentu atau perbedaan pandangan dalam posisi saya sebagai pengurus dan kader PSI. Keputusan ini murni keputusan saya pribadi yang saya rasa harus saya ambil dalam perjalanan hidup saya.

Dalam surat pengunduran diri ini, saya ingin berterima kasih sedalam-dalamnya kepada PSI. Selama lima tahun ini PSI sudah memberikan saya berbagai kesempatan dalam politik. PSI akan selalu menjadi cinta pertama saya dalam politik, akan selalu menjadi rumah di mana saya belajar berpolitik, dan dibimbing hingga bisa sampai di titik ini. Tanpa PSI, saya tidak akan bisa berjalan sejauh ini.

Saya ingin mengucapkan terima kasih dari lubuk hati paling dalam kepada Ketua Dewan Pembina PSI Bang Jeffrie Geovanie yang selama ini selalu menjadi mentor saya dalam berpolitik, dan selalu membantu saya berpikir jernih dalam berbagai duka dan tantangan dalam politik. Saya Terima kasih untuk Sis Grace Natalie dan Bro Raja Juli Antoni, yang bukan hanya menjadi Ketua umum dan Sekjen selama saya di PSI, tapi teman dan bahkan keluarga selama saya ada di partai ini. Terima kasih untuk seluruh DPP PSI, utamanya sis Isyana, bro Chandra, Sis Danik, sis Mayang, dan sis Lila.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait