Ada Ajakan Isi BBM Harus Nominal Ganjil Agar Tak Dicurangi, Ini Penjelasan Pertamina

  • Arry
  • 18 Jun 2022 13:51
Mengisi BBM(@Engin_Akyurt/pixabay.com)

Sebuah video ajakan agar mengisi bensin atau BBM dengan nominal ganjil viral di media sosial. Tujuannya, agar konsumen tidak dicurangi petugas SPBU.

Dalam video yang sudah ditonton lebih dari 6,6 juta kali, pengunggah menyarankan agar konsumen mengisi bensin dengan angka ganjil seperti Rp 11.000, Rp 21.000, Rp 51.000, Rp 53.000 dan Rp 57.000.

“Aturan#1751. Jangan isi bensin dengan angka genap usahakan ganjil, contoh 11K, 21k, 51k, 53k, 57k,” tulisnya. Lihat videonya di sini.

"Karna kalau genap biasanya di akali," lanjut pengunggah di kolom komentar.

Video itu banyak dikomentari netizen. Namun, ada netizen yang justru menyarankan agar tidak mengisi bensin dengan niminal harga kelipatan lima.

Baca juga
Updated Harga BBM Pertalite dan Pertamax Terbaru Per 1 Juni 2022

"Setahu gua si hindari 5,10,15,20. kelipatan lima pokoknya hindarin aja..bisa di tambah seribu atau kurangin seribu," tulis netizen lain.

Benarkah ajakan beli BBM harus nominal ganjil agar tidak dicurangi? Pertamina angkat bicara soal video yang viral tersebut.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, membantah soal anggapan isi bensin harus dengan nominal ganjil agar tidak dicurangi.

“Hal itu tidak benar. Kuantitas yang dikeluarkan sudah sesuai dengan nominal yang tercantum,” kata Irto.

“Masyarakat tidak perlu khawatir untuk ketepatan kuantitas dan kualitas,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagian besar SPBU Pertamina di Indonesia saat ini sudah terdigitalisasi. Hal tersebut justru untuk menghindari adanya potensi kecurangan.

"Sebagian besar SPBU sudah terdigitaliasi, dan setiap alat ukur sudah ditera sesuai ketentuan," kata Irto.

Irto meminta kepada masyarakat apabila ada pertanyaan atau saran, bisa menyampaikan melalui contact center 135.

 

Artikel lainnya

 

Berita Terkait