Organ Otak Brigadir Yosua Pindah ke Perut, Begini Reaksi Komnas HAM

  • Arry
  • 2 Agt 2022 08:49
Brigadir J alias Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat meninggal dunia dalam aksi polisi tembak polisi(ist/ist)

Organ otak Brigadir J alias Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat disebut tidak berada di kepalanya. Berdasarkan hasil autopsi yang diungkap pihak keluarga, organ tersebut berada di perut dari Brigadir Yosua.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, menanggapi soal pernyataan yang dilontarkan kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak itu. Menurutnya, Komnas HAM masih manunggu hasil autopsi kedua.

"Pertama kami menunggu hasil autopsi kedua, kami percaya kalau memang penjelasan ketua tim autopsi. (Autopsi) dilakukan oleh berbagai profesor dari berbagai universitas," kata Choirul Anam di Komna HAM, Senin, 1 Agustus 2022.

Choirul pun meminta persoalan otak Brigadir J yang berada di perut itu ditanyakan ke tim dokter dan ahli forensik.

Baca juga
11 Hasil Autopsi Brigadir J Versi Pengacara: Retakan Tengkorak Hingga Otak di Perut

"Kami akan ikut-ikut saja, terkait forensik ditanyakan ke ahlinya," ucapnya.

Hasil autopsi keberadaan otak Brigadir J diungkapkan Kamaruddin Simanjuntak saat diwawancara di Kanal YouTbe Refly Harun.

Menurut Kamaruddin, temuan itu disampaikan dua tenaga medis yang ditempatkan keluarga saat autopsi kedua. Dua tenaga kesehatan itu adalah dokter Martina Aritonang dan satu lagi magister kesehatan Herlina Lubis.

Baca juga
Kasus Brigadir J, Bharada E Kembali Bertugas di Brimob dan Belum Dilindungi LPSK

Kamaruddin menjelaskan, keberadaan dua orang itu berdasarkan permintaan keluarga dan sudah diketahui oleh dokter forensik.

"Misalnya dibuka kepalanya, pertama tidak ditemukan otaknya. Yang ditemukan retak enam," kata Kamaruddin di kanal Youtube Refly Harun.

 

Artikel lainnya

 

Berita Terkait