Daftar 10 makanan Indonesia yang punya rating buruk di dunia: lalapan hingga Paniki
- Arry
- 27 Juni 2026 09:27
Newscast.id - Kuliner Indonesia sudah banyak yang digemari masyarakat internasional. Namun, tak semua makanan yang disukai karena sejumlah alasan.
Ada beberapa makanan asal Indonesia yang mendapatkan rating buruk dalam penilaian Taste Atlas yang merilis 89 Worst Rated Indonesian Foods. Penilaian ini tidak merujuk kualitas makanan yang rendah atau rasa yang tidak enak.
Ada beberapa yang menilai kuliner Indonesia ini menggunakan bahan yang ekstrem. Bahkan ada pula yang menilai karena kuliner tersebut memiliki tampilan yang kurang menarik meski rasanya enak.
Dari 89 makanan, berikut daftar 10 makanan Indonesia yang memiliki rating buruk di dunia:
Baca juga
Sambal Goreng Jadi Tumisan Terbaik di Dunia Versi Taste Atlas, Nasi Goreng Ranking 11
1. Paniki
Paniki merupakan makanan asal Sulawesi Utara terutama orang Minahasa. Paniki mendapat rating buruk lantaran penggunaan daging kelelawar yang dinilai ekstrem.
Ya, kuliner tradisional ini memiliki bahan utamanya berupa kelelawar buah yang digoreng atau dipanggang lalu digabungkan dalam menu yang disebut paniki atau semacam sup.
Sebelum dimasak, kelelawar itu dibersihkan dari bulu dan jeroannya lalu dipotong-potong. Kemudian daging kelelawar dimasak bersama santan dengan bumbu bawang bombai, bawang putih, jahe, daun bawang, daun kari, dan serai.
Baca juga
7 Kuliner RI Masuk Jajanan Terbaik Versi Taste Atlas: Siomay Hingga Sate Padang
2. Tinutuan
Tinutuan adalah kuliner tradisioanl dari Manado, Sulawesi Utara. Makanan ini dinilai buruk karena memiliki tampilan yang kurang menarik.
Tinutuan merupakan menu sarapan favorit di Manado. Kuliner ini memiliki bahan utamam beras yang dipadukan dengan jagung atau umbi-umbian, bersama sayuran seperti, bayam, kangkung, labu, atau kadang kemangi dan melinjo.
3. Lawar
Kuliner Indonesia yang mendapatkan rating buruk lainnya adalah Lawar asal Bali. Taste Atlas menjelaskan, lawar mencerminkan variasi daerah, tradisi keluarga, dan makna seremonial. Lawar memadukan sayuran yang dicincang halus, kelapa parut, rempah, dan daging cincang.
Semua bahan ini dicampur dengan bumbu yang terdiri dari bawang putih, bawang merah, kunyit, lengkuas, jahe, dan terasi. Di balik kesegaran dan gurih lawar, ada yang menilai hidangan ini termasuk hidangan ekstrem sebab menggunakan darah hewan (lawar merah).
4. Nasi jagung
Nasi jagung, maknaan tradisional di kawasan Jawa dan sebagian Bali ini mendapat penilaian rendah lantaran dinilai memiliki tekstur yang berbeda.
5. Pepes tahu
Pepes tahu adalah kuliner yang banyak terdapat di Jawa. Makanan ini memiliki bahan dasar tahu yang dicampur rempah dan dibungkus daun pisang.
Meski demikian, Taste Atlas menilai kuliner ini terlalu ringan jika dibandingkan makanan Indonesia lain yang bumbunya kuat.
Baca juga
10 Camilan Terbaik di Dunia Versi Taste Atlas: Ada Pempek dan Batagor
6. Buntil
Buntil adalah masakan khas Jawa Tengah. Dalam kuah santan yang gurih dapat bungkusan dari daun singkong, pepaya atau talas. Saat dibuka, terdapat campuran kelapa parut, ikan teri atau udang kering, lalu bumbu berupa bawang merah, cabai, dan rempah.
Pengulas di Taste Atlas menilai kuliner ini aneh lantaran daun pembungkus yang dimasukkan ke dalam kuah. Cara ini bukan hal yang lumrah di dunia.
7. Soto Padang
Masakan asal Minang biasanya banyak yang menggemarinya. Namun tidak untuk Soto Padang.
Masakan ini memang berbeda dengan soto lainnya yang menggunakan irisan daging sapi atau ayam yang digoreng atau direbus. Soto Padang biasanya dinikmati bersama perkedel kentang.
Soto Padang mendapat skor rendah karena rasanya dinilai sangat tingan dibanding hidangan Minang lain seperti randang dan gulai.
8. Wajik
Wajik adalah camilan asal Jawa. Kudapan ini terbuat dari beras ketan, gula merah, santan, daun pandan, dan garam. Kuliner ini mendapat nilai rendah lantaran rasanya yang terlalu manis.
9. Bakso ayam
Bakso ayam juga termasuk kuliner Indonesia yang mendapat rating rendah. Hal ini lantaran bahan utama bakso ini yang berasal dari ayam, bukan sapi seperti pada umumnya. Lidah masyarakat dunia menilai masakan ini rasanya terlalu ringan.
10. Lalap
Lalapan adalah sayuran mentah yang biasa disajikan sebagai pelengkap makanan utama oleh masyarakat Sunda di Jawa Barat. Karena sayuran disajikan mentah, masyarakat dunia menilai kuliner ini terlalu sederhana untuk diberi label hidangan.
Artikel lainnya: Welcome to the Jungle! Guns N' Roses umumkan konser di Jakarta, catat jadwalnya