Hasil Muktamar ke-35 NU: Gus Kikin terpilih jadi Ketum PBNU, Miftachul jadi Rais Aam
- Arry
- 31 Agustus 2026 10:52
Newscast.id - KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031. Sementara posisi Rais Aam diamanatkan ke KH Miftachul Akhyar.
Pemilihan dilakukan sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Ndalem Kasepuhan Kiai Wahab Chasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Proses pemilihan Rais Aam dan Ketum PBNU mulanya dilakukan dengan memilih terlebih dahulu sembilan anggota AHWA pada Minggu, 30 Agustus 2026. Mereka yang terpilih adalah:
- Nurul Huda Djazuli (Ploso)
- TGK KH Nuruzzahir Yahya (Waled NU)
- AG Dr. KH Baharuddin HS, MA
- KH Miftachul Akhyar
- KH Afifuddin Muhajir
- KH Anwar Iskandar
- KH Anwar Manshur (Lirboyo)
- Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj
- Dr. KH Abu Bunyamin, MA
AHWA kemudian memilih Rais Aam. Dalam mekanisme pemungutan suara, KH Miftachul Akhyar mendapat suara terbanyak.
Baca juga
Gus Yahya Dipecat Jadi Ketum PBNU
"Memutuskan bahwa nama Kiai Miftachul Akhyar dipilih menjadi rais aam pengurus besar masa khidmat 2026-2031," kata Kiai Anwar Iskandar membacakan hasil keputusan AHWA di hadapan muktamirin.
Muktamar kemudian berlanjut untuk pemilihan Ketum PBNU. Ada lima calon yang diajukan. Mereka adalah:
- KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin)
- KH Zulfa Mustofa
- KH Abdussalam Sochib (Gus Salam)
- KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)
- KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin)
Dari pemungutan suara yang dilakukan, hasilnya KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin mendapat suara terbanyak yakni 472 suara. Dia menyisihkan KH Zulfa Mustofa yang meraih 262 suara. Sedangkan Gus Yahya hanya meraih 258 suara.
"Setelah melakukan musyawarah dari 5 nama calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031," kata anggota AHWA KH Anwar Iskandar saat membacakan hasil keputusan sidang AHWA di hadapan muktamirin.
Artikel lainnya: GRIB Jaya buka suara soal Hercules ada di lokasi kericuhan 27 Agustus di Pejompongan