Kronologi 28 Bocah Keracunan Chiki Ngebul di Jawa Barat, Kemenkes Ingatkan Ini

  • Arry
  • 9 Januari 2023 10:34
Chiki ngebul (ist/istimewa)

Sebanyak 28 bocah di Tasikmalaya dan Bekasi, Jawa Barat keracunan usai mengonsumsi chiki ngebul. Camilan yang mengandung cairan nitrogen itu lagi viral di kalangan anak SD.

Dari 28 bocah tersebut, sebanyak 24 anak-anak berasal dari Tasikmalaya. Sedangkan empat anak dari Bekasi.

Berikut kronologi kejadian puluhan bocah keracunan chiki ngebul:

Kejadian di Kabupaten Tasikmalaya 15 November 2022

Sejumlah siswa jajan chiki ngebul di SDN Ciawang, Kaupaten Tasikmalaya. Chiki dan kental manis yang digunakan tidak dijelakan mereknya. Sementara cairan nitrogennya menggunakan merek YDS-10.

Baca juga
Bahaya Mengintai Penggemar Es Krim Asap, Sudah Jatuh Korban

Usai mengonsumsi chiki ngebul itu, sejumlah siswa mulai mengeluh pusing, mual, sesak, dan muntah darah. Dan jumlahnya terus bertambah banyak hingga pukul 09.00 WIB.

Warga di sekitar sekolah kemudian langsung membawa siswa-siswa tersebut ke UGD Puskesmas Leuwisari.

"Rata-rata keluhan pertama mengeluh pusing, mual, sesak, dan muntah darah," demikian tulis keterangan tertulis.

Total ada 24 siswa yang mengalami keracunan. Dari jumlah itu, sebanyak 16 siswa mengalai gejala ringan, 7 siswa bergejala sedang, dan satu siswa bergejala berat. Siswa yang bergejala berat kemudian dirujuk ke RS SMC Tasikmalaya.

Kejadian di Bekasi 21 Desember 2022

Perstiwa keracunan chiki ngebul juga terjadi di Kota Bekasi, Jawa Barat. Hal ini bermula saat seorang anak berinisial A pergi ke pasar malam bersama keluarga dan dua temannya. Di pasar malam itu, mereka membeli chiki ngebul dan camilan itu baru dimakan di rumah.

Bocah berinisial A itu diketahui memakan chiki ngebul paling banyak dibanding kakak dan dua temannya.

"Setelah habis makanan chiki ngebul miliknya, A juga menghabiskan chiki ngebul punya temannya yang tinggal sedikit lagi," tulis keterangan itu.

Usai menghabiskan chiki ngebulnya, sekitar 15 menit kemudian A menjerit kesakitan di bagian perutnya. Dan pada pukul 20.00 WIB, bocah itu kemudian dibawa ke UGD RS Haji Jakarta. Sedangkan kakak dan dua temannya mengalami jgejala ringan.

A bahkan harus menjalani operasi usai pemeriksaan laboratorium. A didiagnosis mengalami Peritonitis Umum ec Perforasi Gaster alias radang pada usunya. Operasi dilakukan pada 22 Desember.

Setelah menjalani perawatan selama 5 hari, A akhirnya diperbolehkan pulang.

Imbauan Kemenkes >>>

 

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan