Jangan Cela Makanan,Ini Sikap Rasulullah Saat Cicip Makanan Tak Disuka

  • Arry
  • 10 September 2021 05:56
Ilustrasi Menyantap Makanan(Ali Inay/unsplash)

Banyak orang mengumpat saat menyantap makanan yang tidak sesuai dengan selera. Bahkan sampai ada yang membuang makanan tersebut akibat tidak disukainya.

Tak hanya makanan dari restoran, banyak orang juga suka berkomentar jelek terhadap makanan buatan istri atau keluarga yang kurang sesuai dengan selera kita.

Sikap tersebut bertentangan dengan apa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Rasulullah tidak pernah sama sekali berkomentar jelek terhadap makanan. Nabi SAW punya cara unik menolak makanan yang tidak sesuai dengan seleranya.

Dilansir dari laman Ustaz Firanda, Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu berkata yang artinya:

“Nabi tidak pernah mencela makanan sama sekali, jika beliau menyukainya maka beliau memakannya, dan jika tidak maka beliau tinggalkan” (HR Al-Bukhari no 3563 dan Muslim no 2064)

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata tentang hadits ini :

“Hal ini (tidak mencela makanan) termasuk adab makan yang ditekankan. Dan mencela makanan yaitu seperti ia berkata, “Ini keasinan”, “Kurang asin”, “Kecut”, “Terlalu lembut”, “Masih kasar”, “Belum masak”, dan yang semisalnya” (Al-Minhaaj Syarh Shahih Muslim)

Ustaz Firanda menjelaskan, ada suatu peristiwa ketika Rasulullah SAW disuguhkan makanan dhab atau kadal gurun. Ternyata Nabi SAW tetap bisa menjaga komentarnya agar tidak mencela makanan.

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata :

“Kholid bin Al-Walid r.a mengabarkan kepada beliau bahwasanya beliau bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk menemui Maimunah (istri Nabi) dan Maimunah adalah bibiknya Kholid dan juga bibiknya Ibnu Abbas. Maka Kholid mendapati ada dhab (semacam hewan bebentuk iguana-pen) yang dipanggang (di atas batu panas). Lalu dhab tersebutpun dihidangkan kepada Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam. Nabi pun mengangkat tangannya tidak menyentuh dhab. Maka Kholid bertanya, “Apakah dhab itu haram wahai Rasulullah?’. Nabi berkata, “Tidak, akan tetapi dhab tidak ada di kampung kaumku, maka aku mendapati diriku tidak menyukainya”. Kholid berkata, “Akupun mengambilnya lalu menyantapnya, dan Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam hanya memandang kepadaku” (HR Al-Bukhari no 5391)

Dalam riwayat yang lain dijelaskan bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hampir saja memakan dhab tersebut, karena ketidaktahuan beliau bahwa yang dihidangkan adalah dhab.

“Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjulurkan tangannya untuk mengambil dhab. Maka ada seorang wanita diantara para wanita yang hadir tatkala itu berkata, “Kabarkanlah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apa makanan yang kalian hidangkan untuk beliau !”. Maka mereka berkata, “Itu adalah dhab wahai Rasulullah”. Maka Rasulullah pun menahan tangannya (tidak jadi menyentuh dhab)”. (HR Muslim no 1946)

Ternyata saat berkomentar, Rasulullah tetap tidak mencela makanan tersebut. Beliau berkata, “Karena dhab tidak ada di kampung kaumku, maka aku tidak menyukainya”.

Ystaz Firanda menjelaskan, makanan yang tidak kita sukai bisa saja sangat disukai orang lain. Orang mencela makanan bisa saja karena lidahnya tidak cocok menyantap makanan tersebut.

"Maka seseorang bersabar untuk menahan lisannya, jika ia tidak suka maka ia tinggalkan makanan tersebut dan memakan makanan lain yang ia sukai," ujarnya.


Baca Juga:

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan