Heboh mahasiswi PPDS FK Unsri dibully senior, dipaksa bayar uang kuliah hingga dugem
- Arry
- 14 Januari 2026 15:05
Newscast.id - Kasus perundungan di Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Korban nyaris bunuh diri.
Kasus bullying ini mulanya viral di media sosial. Pelaku perundungan diduga senior dan korbannya junior peserta PPDS Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Unsri di RSUP M Hoesin.
Dalam narasi yang beredar, disebutkan korban sempat berupaya mengundurkan diri dari PPDS hingga melakukan upaya bunuh diri akibat tak tahan menjadi korban bullying.
Korban disebutkan dibully dan dipaksa membiayai gaya hidup seniorna. Mulai dari biaya semesteran, dugem, membeli skincare, hingga olahraga padel. Selain itu ada pula yang meminta membayarkan tiket konser, sewa rumah, tiket pesawat hingga penelitian seniornya.
Baca juga
Kemenkes Sebut Almarhum Dokter Aulia Dipalak Senior PPDS Undip Rp20-40 Juta Per Bulan
"Berdasarkan hasil investigasi tim, diketahui telah terjadi praktik perundungan berupa permintaan pembayaran (pungutan liar) oleh peserta PPDS Ilmu Kesehatan Mata," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman di Jakarta dilansir Antara, Rabu, 14 Januari 2026.
Kementerian Kesehatan meminta RSUP M. Hoesin untuk menghentikan sementara penyelenggaraan PPDS Mata FK Unsri. Selain itu, pihak rumah sakit juga diminta memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terlibat pada kasus tersebut.
Respons Unsri dan RSUP M Hoesin
Universitas Sriwijaya (Unsri) merespons kasus bullying diduga dilakukan senior terhadap juniornya di PPDS Ilmu Kesehatan Mata.
“Rektor telah menugaskan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) untuk berkoordinasi dalam proses investigasi,” kata Kepala Humas Unsri, Nurly Meilinda, Selasa, 13 Januari 2026.
Baca juga
Dokter PPDS Gigi UI Ditangkap Usai Rekam Mahasiswi Lagi Mandi
Nurly menjelakan, tahapan klarifikasi telah dilakukan dengan menggali keterangan dari berbagai pihak di lingkungan akademik, termasuk para senior dan sejawat yang berada dalam lingkup pendidikan yang sama.
Selain itu Unsri juga menyiapkan pendampingan bagi mahasiswa yang terdampak seperti memberikan layanan konseling akademik dan non-akademik.
“Pendampingan ini penting agar mahasiswa tidak merasa sendirian menghadapi tekanan,” ucap Nurly.
Sementara itu Direktur Utama RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Siti Khalimah, membenarkan OA merupakan peserta PPDS yang tengah menjalani pendidikan spesialis mata dan bertugas di rumah sakit tersebut.
“Yang bersangkutan memang bertugas di RSMH sebagai peserta PPDS,” ujar Siti.
"Saat ini kasusnya sedang ditangani oleh pihak Fakultas Kedokteran Unsri," kata Siti.
Artikel lainnya: Tersindir Broken Strings Aurelie Moeremans yang viral, Roby Tremonti buka suara