Iran lepaskan kapal milik China hingga Malaysia dari Selat Hormuz, Indonesia tak ada

  • Arry
  • 27 Maret 2026 19:17
Selat Hormuz(pexels/pixabay)

Newscast.id - Iran mulai membuka Selat Hormuz kepada sejumlah negara sahabat. Dengan pembukaan itu, maka kapal-kapal tanker milik negara sahabat dapat melintasi selat tersebut dan kembali ke negara masing-masing.

Keputusan ini disampaikan akun media sosial X milik Konsulat Jenderal Iran di Mumbai yang mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Dalam keterangannya, ada lima negara yang dianggap bersahabat.

"Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi: Kami mengizinkan pelayaran melalui Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan," tulis unggahan tersebut, dikutip Jumat, 27 Maret 2026.

Negara terbaru yang mendapat fasilitas itu adalah Malaysia. Keputusan itu hasil dari pembicaraan dengan para pemimpin Iran, Mesir, Turki dan negara-negara regional lainnya.

Baca juga
Krisis BBM gegara perang AS-Israel vs Iran, Filipina umumkan darurat energi

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan, kapal tanker Malaysia telah diizinkan melewati Selat Hormuz. Anwar pun berterima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian karena telah mengizinkan kapal-kapal Malaysia untuk melewati Selat Hormuz.

"Kami sekarang sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," ujar Anwar dikutip dari Reuters.

Sementara itu Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan agar Selat Hormuz kembali dibuka. Dia mengatakan, penutupan akan menghambat pasokan minyak, gas, dan pupuk pada momen penting musim tanam global.

"Di seluruh kawasan dan sekitarnya, warga sipil mengalami dampak serius dan hidup dalam ketidakamanan yang mendalam. PBB bekerja untuk meminimalkan dampak perang. Dan cara terbaik untuk meminimalkan dampak tersebut sudah jelas: akhiri perang sekarang juga," sebut Guterres.

"Pesan saya kepada Amerika Serikat dan Israel adalah sudah saatnya mengakhiri perang, di tengah penderitaan manusia yang makin dalam, korban sipil yang terus bertambah, serta dampak ekonomi global yang makin besar," ujarnya.

"Pesan saya kepada Iran adalah menghentikan serangan terhadap negara tetangga yang tidak terlibat dalam konflik," jelas Guterres.

Artikel lainnya: Kepala intel TNI mundur imbas kasus penyiraman air keras ke aktivis Andrie Yunus

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan