Kepala intel TNI mundur imbas kasus penyiraman air keras ke aktivis Andrie Yunus

  • Arry
  • 25 Mar 2026 20:08
Prajurit TNI(tni/tni.mil.id)

Newscast.id - Letjen TNI Yudi Abrimantyo menyerahkan jabatannya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (KaBais) TNI. Hal ini dilakukan terkait kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Penyerahan jabatan ini diungkapkan Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah. Namun dia belum menyebutkan siapa sosok yang akan mengisi posisi Kepala Intel TNI yang kosong.

“Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” ucap Aulia di Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu, 25 Maret 2026.

Aulia menjelaskan, TNI juga telah menggelar rapat bersama Kementerian Pertahanan. Rapat membahas revitalisasi internal TNI.

"Tentara Nasional Indonesia menegaskan komitmennya dengan menindak tegas setiap pelanggaran hukum dan disiplin yang dilakukan oleh prajurit TNI," kata Aulia.

Mengenai siapa yang akan menggantikan posisi Letjen Yudi, Aulia belum mau berkomentar. "Terima kasih," kata Aulia.

Untuk diketahui, aktivis Andrie Yunus disiram air keras di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada 12 Maret. Pelaku diketahui berjumlah dua orang yang berboncengan motor.

Dalam perkembangan pengusutan kasus, Puspom TNI mengungkapkan, telah menangkap empat orang yang diduga sebagai pelaku penyiraman. Mereka diketahui anggota Denma BAIS TNI dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

"Kami sampaikan bahwa keempat yang diduga pelaku ini semuanya anggota dari Denma BAIS TNI, bukan dari satuan mana-mana tapi dari Denma BAIS TNI," kata Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto saat konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu, 17 Maret.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait