2 Kapal tanker RI masih tertahan di Selat Hormuz, Dubes Iran beri alasan
- Arry
- 12 April 2026 12:49
Newscast.id - Dua kapal tanker Indonesia, Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga saat ini masih belum dapat keluar dari Selat Hormuz. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, beri alasan dua kapal itu masih tertahan.
Boroujerdi menjelaskan, kondisi Selat Hormuz hingga kini dalam kondisi tidak biasa. Menurutnya, kawasan itu masih dalam sensitivitas tinggi akibat dinamika konflik sebelumnya.
“Terkait dengan kondisi di Teluk Persia dan Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi biasa. Seperti yang kita ketahui, di sana sensitif saat masa perang dan harus melalui beberapa protokol,” ujar Boroujerdi di Jakarta, Sabtu, 11 April 2026.
Boroujerdi menjelaskan, setiap kapal yang hendak melintas di Selat Hormuz wajib mematuhi protokol yang ditetapkan otoritas keamanan setempat. Protokol itu menjadi bagian dari pengamanan wilayah yang memiliki nilai strategis tinggi.
Baca juga
Iran pungut tarif Selat Hormuz dengan Bitcoin, segini biayanya
Selain itu, lanjut Boroujerdi, kapal komersial harus melalui proses negosiasi dengan pihak terkait. Mekanisme itu melibatkan penjaga keamanan Republik Islam Iran sebagai otoritas di kawasan tersebut.
“Negosiasi itu dilakukan dengan pihak terkait dan penjaga keamanan Republik Islam Iran. Itu semuanya melewati protokol tertentu,” ujarnya.
Namun dia tidak menyebut protokol yang harus dipatuhi agar kapal dapat melintas di Selat Hormuz dengan aman.
Untuk diketahui, dua kapal Pertamina yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di Selat Hormuz. Kapal Pertamina Pride dikelola oleh NYK, sedangkan Gamsunoro oleh Synergy Ship Management.
Artikel lainnya: Muncul wacana 'War Ticket', naik haji tanpa antre