Geger paket misterius untuk Pendeta di Kudus, isinya ternyata sayuran

  • Arry
  • 21 Mei 2026 12:53
Heboh paket misterius di rumah pendeta di Kudus, ternyata berisi sayuran(polres kudus/polres kudus)

Newscast.id - Sebuah paket misterius dikirim ke rumah dinas pendeta di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kedatangan paket ini membuat heboh hingga melibatkan polisi.

Paket misterius itu diketahui diantar anak dari salah satu jemaat gereja berinisial "E" pada Rabu, 20 Mei 2026. Pengirim diketahui seorang pelajar di Kabupaten Kudus.

Kabar datangnya paket misterius membuat geger warga di sekitar rumah dinas pendeta Gereja Injil di Tanah Jawa (GITJ) Ploso, Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Pendeta di rumah dinas itu kemudian langsung lapor polisi.

Polisi langsung merespons dengan mengirimkan tim Gegana Brimob Pati bersama dengan personel Polres Kudus dan Polsek Pati. Usai dilakukan penyelidikan, Tim Resmob Satreskrim Polres Kudus bersama Polsek Jati berhasil mengidentifikasi pengirim paket tersebut.

Baca juga
Heboh pria misterius diduga gendong mayat di Tambora, polisi turun tangan

"Setelah dilakukan klarifikasi, paket tersebut merupakan kiriman bahan makanan dari teman lama. Tidak ada unsur berbahaya. Kesalahpahaman ini terjadi murni karena miskomunikasi," kata Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, kepada wartawan.

Dia menjelaskan, paket tersebut ditujukan ke istri pendeta. Usai dibongkar polisi, paket tersebut ternyata berisi sayuran.

Dwi menjelaskan, paket diantar oleh anak salah satu jemaat gereja yang berinisial "E". Namun, pengirim tidak mencantumkan nama penerima. Sehingga paket tersebut sempat disangka mencurigakan.

Dwi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah panik saat menemukan barang mencurigakan. Pihaknya meminta masyarakat untuk tetap waspada.

"Tetap waspada, tetapi jangan panik. Segera laporkan ke petugas apabila ada hal-hal yang mencurigakan supaya bisa ditangani dengan cepat dan tepat," imbuhnya.

Sementara pengirim paket itu, E buka suara. Dia meminta maaf karena telah membuat masyarakat setempat panik.

"Saya minta maaf karena sudah membuat panik dan gaduh. Tadi pagi saya buru-buru berangkat sekolah, jadi lupa mengabari pak pendeta setelah menaruh paket," imbuhnya.

Artikel lainnya: Bank Indonesia naikkan BI Rate menjadi 5,25 persen

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan