Warga di Lampung Timur pilih tak bayar pajak, uangnya buat bangun jalan rusak sendiri

  • Arry
  • 5 Juli 2026 11:57
Warga di Dusun Umbul Glimbung, Lampung Timur memperbaiki jalan rusak secara mandiri dari pajak yang tak dibayarkan(ist/ist)

Newscast.id - Video warga di Dusun Umbul Glimbung, Desa Bandar Agung, Lampung Timur, yang tengah gotong royong memperbaiki jalan rusak viral di media sosial. Aksi itu menyita perhatian lantaran uang untuk renovasi itu berasal dari uang pajak yang tak dibayar ke negara.

Dalam video itu, warga mengungkapkan, akses jalan di dusun mereka sudah lama rusak. Namun pemerintah daerah tak kunjung memperbaikinya.

Akhirnya masyarakat bergotong royong memperbaiki jalan tersebut agar aktivitas mereka lancar. Warga mengaku mereka mengalihkan uang pajak untuk memperbaiki jalan tersebut.

"Selamat pagi, izin Bupati Lampung Timur. Tahun ini saya enggak bayar pajak. Uangnya saya gunakan untuk swadaya pembangunan jalan mandiri di Dusun Umbul Glimbung," kata warga dalam video itu.

Baca juga
Tukang ojek korban jalan rusak di Pandeglang jadi tersangka gegara penumpangnya tewas

"Nunggu dari pemerintah tidak kunjung dibangun, sudah rusak parah. Jadi inisiatif dari masyarakat, jadi bangun sendiri ajalah."

"Pajak saya enggak saya bayarkan, saya gunakan untuk beli semen," ujar warga dalam video tersebut.

Video itu langsung memicu ragam reaksi warganet. Banyak yang memuji semangat warga untuk memperbaiki infrastruktur di wilayahnya.

Respons Bupati

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, merespon video warga tak bayar pajak dan mengalihkan duitnya untuk memperbaiki jalan di desa mereka. Ela mengklaim, pemerintah daerah telah memantau kondisi jalan di Dusun Umbul Glimbung.

Dia menjelaskan, wilayah tersebut berada di kawasan register yang memiliki karakteristik tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan. Ia juga menyebut kawasan register tidak dikenakan pajak.

Dia mengklaim, pemerintah daerah telah merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan di kawasan tersebut pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, pengerjaan belum dapat menjangkau seluruh ruas jalan karena dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

"Wilayah itu sudah kami monitor. Pemerintah daerah juga telah membangun infrastruktur jalan di kawasan tersebut pada tahun sebelumnya. Namun pengerjaannya dilakukan secara bertahap karena masih banyak ruas jalan yang harus ditangani," kata Ela saat dikonfirmasi.

"Di sejumlah titik memang masyarakat berinisiatif bergotong royong agar jalan bisa segera digunakan. Ada ruas sekitar satu kilometer yang diperbaiki secara swadaya sambil menunggu penanganan lanjutan dari pemerintah," ujarnya.

Ela mengklaim, ruas jalan yang menjadi sorotan dalam video itu, belum masuk dalam tahapan pembangunan yang telah dikerjakan pemerintah daerah.

"Jalan yang dikeluhkan warga kemungkinan belum sampai pada tahapan pembangunan yang sudah kami kerjakan. Aspirasi ini menjadi masukan bagi kami karena kebutuhan infrastruktur jalan memang menjadi harapan terbesar masyarakat," tutupnya.

Artikel lainnya: Polantas Polda Metro Jaya tewas tertabrak saat bantu truk mogok di Tol Joglo

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan