Survei SMRC: Elektabilitas Prabowo anjlok, disalip Dedi Mulyadi
- Arry
- 31 Juli 2026 09:38
Newscast.id - Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis elektabilitas calon presiden untuk Pilpres 2029. Nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melejit ke nomor satu mengalahkan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Survei SMRC dilakukan pada 5-19 Juli 2026. Survei melibatkan 749 responden yang memiliki hak pilih. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan wawancara telepon dan tatap muka.
Dari total responden tersebut, sebanyak 605 responden yang memiliki telepon seluler (HP) diwawancarai melalui telepon menggunakan metode double sampling. Sementara 144 responden yang tidak memiliki HP diwawancarai secara tatap muka menggunakan metode stratified multistage random sampling.
Survei ini memiliki margin of error atau toleransi kesalahan sekitar 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca juga
Survei SMRC: Tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo anjlok 30%, kini jadi 51,1%
Survei elektabilitas capres menggunakan semi terbuka. Survei memuat 20 nama calon presiden yang saat ini berkembang.
Hasilnya?
Dedi Mulyadi meraih 35 persen, unggul jauh di atas Presiden Prabowo Subianto yang hanya meraih 14,5 persen. Sementara di posisi ketiga ditempati Anies Baswedan dengan elektabilitas 8,2 persen.
Di peringkat keempat ditempati Wapres Gibran Rakabuming Raka dengan elektabilitas 7,7 persen, disusul Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,9 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, dan Mahfud MD 4 persen. Sementara sekitar 12,8 persen responden belum menentukan pilihan atau tidak menjawab.
Dalam survei, SMRC menemukan tren penurunan elektabilitas Prabowo dalam sembilan bulan terakhir. Pada NOvember 2025, elektabilitas Prabowo sebesar 34,9 persen, dan turun menjadi 14,5 persen pada survei Juli 2026.
Sebaliknya elektabilitas Dedi Mulyadi meningkat dari 19,7 persen pada NOvember 2025. Pada Juli 2026, Dedi meraih 35 persen.
Dalam simulasi head-to-head Dedi Mulyadi dan Prabowo, dukungan terhadap Dedi Mulyadi sebesar 59 persen, berbanding 28,3 persen yang diraih Prabowo. Sedangkan 12,7 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan atau tidak menjawab.
Menurut SMRC, penurunan elektabilitas Prabowo berjalan seiring dengan memburuknya penilaian publik terhadap kinerja presiden, kondisi ekonomi, politik, penegakan hukum, serta pelaksanaan dua program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
“Penurunan elektabilitas Prabowo juga berdampak terhadap melemahnya elektabilitas Gerindra, partainya,” tulis SMRC.
Artikel lainnya: Putusan MK: Anggaran MBG harus dipisah dari APBN Pendidikan, berlaku 2028