Sosok Susanah: Prabowo sebut pengupas bawang, Komdigi: penjahit kain gaji Rp700/Kg

  • Arry
  • 16 Agustus 2026 09:05
Ibu Susanah yang disebut Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD RI sebagai pengupas bawang(tv parlemen/youtube)

Newscast.id - Nama Ibu Susanah yang disebut Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD menjadi sorotan. Ibu asal Kabupaten Bogor itu disebut berprofesi pengupas bawang. Tetapi Kementerian Komunikasi dan Digital membantahnya.

Presiden Prabowo memperkenalkan Susanah sebagai buruh harian pengupas bawang. Prabowo menyebut Susanah mendapatkan upah sebesar Rp700 ribu per kilogram dari tugasnya itu.

"Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram. Program Keluarga Harapan dan program sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," kata Prabowo pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Namun Kementerian Komdigi menyebutkan, Susanah sehari-hari bekerja sebagai penjahit kain majun. Dari pekerjaannya itu, Susanah mendapatkan upah Rp700 per kilo kain yang dia jahit.

Baca juga
Prabowo sebut pengupas bawang upah Rp700 ribu per Kg, netizen: Pekerjaan idaman

Dalam satu hari, Ibu Susanah dapat menjahit hingga 20 kilogram kain majun. Artinya, rerata tiap hari dia mendapaykan upah Rp14.000. Namun pendapatannya dapat lebih besar lagi di hari libur. Ibu Susanah dapat menjahit kain hingga 50 kg.

"Jam 7 (pagi) menjahit sampai siang," kata Susanah dalam wawancara dengan Badan Komunikasi Pemerintah RI, dikutip detikJabar dari laman resmi Komidigi, Minggu, 16 Agustus 2026.

Namun Susanah tidak hanya memiliki satu pekerjaan saja. Dia juga adalah pegawai dapur program makan bergizi gratis (MBG). Tugasnya adalah mencuci ompreng untuk mendapatkan tambahan penghasilan bagi keluarganya.

Ibu Susanah sudah menikah dengan Didim. Suaminya bekerja sebagai buruh bangunan. Penghasilannya tidak menentu. Bahkan Didim bisa tidak mendapatkan pekerjaan selama dua hingga tiga minggu.

Meski ekonominya pas-pasan, pasangan Susanah dan Didim tetap memprioritaskan pendidikan bagi ketiga anaknya.

"Sekolah pokoknya penting buat anak. Dari mana jalannya, meskipun utang-utang, tetap sekolah. Biar dapat ijazah, biar enak ngelamar kerjanya," kata Susanah.

Saat ini, Susanah dan keluarganya tercatat sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Ia juga pernah menerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Susanah mengaku PKH membantu menopang kebutuhan ekonomi keluarganya. Sementara kehadiran program MBG memberikan kesempatan baginya untuk memperoleh pekerjaan tambahan.

"Dampaknya sih alhamdulillah ya, ekonomi jadi kebantu," kata Susanah.

"Kalau ekonomi membaik ya penginnya punya usaha sendiri, enggak dari orang. Kan ini semua punya bos ya, sampai ke mesin-mesin, ke peralatan gunting saja punya bos," katanya.

Selain PKH dan kesempatan bekerja dalam program MBG, keluarganya juga merasakan manfaat Program Indonesia Pintar (PIP).

"Terima kasih sudah ngadain Bansos PKH buat kita-kita yang kurang mampu. Sama program MBG, saya jadi bisa kerja di MBG, jadi bisa bantu-bantu suami, nambah penghasilan. Sama program PIP, alhamdulillah anak saya tiga-tiganya juga dapat PIP," tutupnya.

Artikel lainnya: 4 Anak mendiang bos Djarum Michael Bambang Hartono terima warisan Rp52 T per orang

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan