Malaysia Klaim Reog, Indonesia Buru-buru ke UNESCO

  • Arry
  • 6 April 2022 10:41
Reog Ponorogo(humas/ponorogokab.go.id)

Malaysia mengklaim Reog adalah salah satu kebudayaan yang mereka miliki. Negeri Jiran itu pun berniat mendaftarkan Reog sebagai kebudayaan mereka ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization alias UNESCO.

Tak mau tersalip, Indonesia pun tengah mempersiapkan diri mendaftarkan Reog sebagai warisan budaya Indonesia ke UNESCO. Hal ini untuk mengantisipasi niat Malaysia yang mau mengklaim Reog.

"Untuk Reog, Negara Malaysia rencananya mau ajukan juga, maka dari itu kita harus lebih dulu. Karena ini kan sudah menjadi budaya dan warisan kita," kata Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam keterangan tertulisnya dikutip Rabu, 6 April 2022.

Muhadjir pun meminta Pemkab Ponorogo, Jawa Timur, mempersiapkan langkah cepat untuk mengusulkan kesenian Reog agar diakui UNESCO. Apalagi Reog asal Ponorogo merupakan budaya khas Indonesia.

Muhadjir menyatakan siap membantu mempersiapkan data-data pendukung untuk pengajuan Reog ke UNESCO.

"Saya mendukung penuh Reog diusulkan menjadi budaya tak benda di UNESCO. Saya upayakan supaya berhasil dan bisa menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi masyarakat Ponorogo tapi juga seluruh Indonesia," kata Muhadjir.

Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Didik Suhardi, saat ini berkas pengusulan dan kelengkapan Reog telah diterima Kemendikbudristek. Berkas-berkas itu juga sudah diajukan ke Sekretariat UNESCO pada 31 Maret 2022.

Dalam berkas itu, lanjut Didik, Indonesia juga mengajukan sejumlah barang khas Indonesia lainnya seperti Tempe, Jamu, Tenun Indonesia dan Kolintang ke UNESCO.

"Secara kesiapan video foto dan dokumen sudah disiapkan Kabupaten Ponorogo. Sebelumnya juga sudah diterima oleh Kemendikbud, tapi sampai hari ini belum ada pengumuman lagi," kata Didik.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengakui telah memberikan penjelasan mengenai Reog. Salah satunya adlah penggunaan bulu merak dan kulit harimau dalam kesenian Reog Ponorogo saat wawancara dengan UNESCO.

Sugiri menjelaskan, bulu merak tersebut bukan dicabut. Melainkan diambil dari bulu yang rontok dari tubuh burung Merak. Kemudian kepala harimau dalam Reog Ponorogo sudah terbuat dari kulit kambing yang diformat seperti kulit harimau.

"Kami akan terus bekerja keras agar ini bisa berhasil lolos. Mohon doanya juga kepada seluruh masyarakat Ponorogo," ujar Sugiri.

Reog merupakan salah satu seni tradisional rakyat Ponorogo. Dalam kesenian ini, terdapat unsur-unsur seperti penari warok, jatil, bujangganong, kelanasewandana, dan barongan.

Tarian itu kemudian diiringi seperangkat instrumen pengiring Reog khas ponoragan yang terdiri dari kendangi, gong, kethuk- kenong, slompret, tipung, dan angklung.

Pemkab Ponorogo sebenarnya sudah mengajukan permoohnan ke UNESCO soal Reog Ponorogo pada 2018. Namun saat itu belum berhasil. Saat itu UNESCO justru mengesahkan Gamelan sebagai kesenian asli Indonesia pada 15 Desember 2021.

 

Artikel lainnya

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan